Waspada
Waspada » Gubsu Ingatkan Jajarannya Tidak Korupsi
Medan

Gubsu Ingatkan Jajarannya Tidak Korupsi

WAKIL Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, saat memaparkan materi tentang Peran Ibu dan Keluarga Dalam Pencegahan Korups. Gubsu Edy Rahmayadi, mengingatkan jajarannya tidak memperkaya diri sendiri dan orang lain, serta merugikan negara (korupsi). Waspada/Ist
WAKIL Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, saat memaparkan materi tentang Peran Ibu dan Keluarga Dalam Pencegahan Korups. Gubsu Edy Rahmayadi, mengingatkan jajarannya tidak memperkaya diri sendiri dan orang lain, serta merugikan negara (korupsi). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, mengingatkan jajarannya. Yakni, dalam menjalankan tugas, tidak memperkaya diri sendiri dan orang lain, serta merugikan negara (korupsi). Tujuannya agar terhindar dari tindak pidana korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi pada acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, Rabu (3/2). Acara digelar di pendopo rumah dinas Gubsu.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, sudah banyak pejabat Sumut yang terkena kasus hukum. Itu terjadi karena nafsu yang tidak bisa dibatasi. Akibatnya, bukan hanya merusak nama baik pejabat itu sendiri, tapi juga merusak nama baik keluarganya.

Edy Rahmayadi meyakini, KPK juga tidak sembarang dalam menangkap orang. Apalagi hanya karena administrasi yang salah. Penangkapan yang dilakukan KPN, karena memang ada kesalahan yang sengaja dilakukan.

Karena itu, Edy Rahmayadi berharap, acara yang dilaksanakan hari itu bisa bermanfaat. Dan kepada jajarannya, terutama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diingatkannya jangan memperkaya diri, orang lain, serta negara. ‘’Pastikan hidup kita cukup. Jika ada pendapatkan di luar pendapatan yang seharusnya, istri patut mencurigai suaminya,” ujarnya.

Anak dan istri

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, menyampaikan materi tentang Peran Ibu dan Keluarga Dalam Pencegahan Korupsi. Menurutnya, pada kasus tindak pinada korupsi, yang paling menderita adalah istri dan anak.

“Mereka mengalami depresi hingga mendapat bully dari masyarakat. Untuk itu, amat penting peran ibu dan keluarga dalam pencegahan korupsi,” kata Lili Pintauli.

Dikatakan Lili, peran seorang ibu sangat dibutuhkan. Karena ternyata, korupsi itu bisa ditekan mulai dari tingkat keluarga terkecil. Seperti sosok ibu yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran pada anak sedini mungkin, menyampaikan anak harus bertanggung jawab atas apa yang sudah disampaikannya.

Tidak hanya ibu, kata Lili, kasus korupsi juga melibatkan keluarga. Yakni dengan mengikutsertakan istri dan anaknya untuk melakukan pencucian uang. Padahal seharusnya, sebagai seorang istri harus berani bertanya pada suami tentang uang yang banyak dari mana asalnya. ‘’Jangan ketika suami sudah pakai rompi orange atau menjadi tersangka kasus korupsi, istri baru sibuk mencari tahu ke sana sini,’’ tambahnya.

Hadir pada acara itu, Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck), Sekdaprovsu R. Sabrina, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Wakil Ketua PKK Sumut Sri Ayu Mihari, dan seluruh pimpinan OPD bersama istri. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2