Gubsu Dorong Pelajar Sumut  Go Internasional 

Gubsu Dorong Pelajar Sumut  Go Internasional 

  • Bagikan
KADISDIKSU Prof Wan Syaifuddin,  CEO HEY, Nana Saragih, dan Dr. Mansur Arsyad, SPd, MPd dari Kemendikbud Ristek diabadikan bersama pejabat Disdiksu dan para kepala sekolah usai “Sosialisasi Beasiswa  HEY” di Aula Dinas Pendidikan Sumut. Gubsu dorong para pelajar di Sumut go internasional. Waspada/M Ferdinan Sembiring
KADISDIKSU Prof Wan Syaifuddin,  CEO HEY, Nana Saragih, dan Dr. Mansur Arsyad, SPd, MPd dari Kemendikbud Ristek diabadikan bersama pejabat Disdiksu dan para kepala sekolah usai “Sosialisasi Beasiswa  HEY” di Aula Dinas Pendidikan Sumut. Gubsu dorong para pelajar di Sumut go internasional. Waspada/M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melalui Dinas Pendidikan Sumatera Utara dorong  pelajar Sumut go internasional. Merespon beasiswa yang ditawarkan  Habibie Education Youth (HEY) bagian dari upaya Disdiksu mengantarkan putra-putri terbaik Sumut berkiprah di kancah internasional.

“Pak gubernur ingin para pelajar Sumut belajar di perguruan tinggi di dunia, seperti  di Jerman, karena itu kita diinstruksikan segera  merespon cepat beasiswa yang ditawarkan HEY ini,  ” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Prof Wan Syaifuddin saat membuka “Sosialisasi  Habibie Education Youth ”, Jumat (13/8) di Aula Dinas Pendidikan Sumut.

Hadir dalam acara itu, Dr. Mansur Arsyad, SPd, MPd dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek ), pimpinan PGRI Sumut, CEO HEY Ir Nana Saragih dan para kepala sekolah SMA dan SMK di Sumut serta pejabat  utama Disdiksu.

Prof Wan Syaifuddin mengatakan,  menjalin kerja sama dengan HEY salah satu cara mengantarkan para pelajar Sumut untuk go internasional. Selain itu, juga bertujuan meningkatkan kompetensi para generasi muda Sumut  di dunia internasional .

Prof Wan Syaifuddin mengatakan,  lingkungan belajar yang beragam akan memberi dampak positif terhadap pengembangan potensi individu para pelajar. “Belajar di berbagai lingkungan akan  membentuk  intelektual maupun karakter pelajar lebih baik,” katanya

Selain memperkaya pengalaman pelajar, sambung Prof Wan, juga membangun kepercayaan diri pelajar, serta memupuk persahabatan internasional.  Beasiswa HEY membuka kesempatan bagi para pelajar Sumut untuk kuliah dan bekerja di Jerman. “HEY mefasilitasi pelajar meraih capaian pembelajaran sesuai minat dan bakatnya, sehingga setelah lulus  langsung siap pakai,” ujarnya.

Apresiasi

Dalam kesempatan itu, Prof Wan menyampaikan apresiasi kepada Nana Saragih selaku pimpinan HEY karena membuka peluang  bagi pelajar Sumut mewujudkan minat, dan bakat mereka  belajar di perguruan tinggi terbaik di dunia, khsusunya di Jerman.

Menurutnya,  lembaga ini sangat bagus sebagai jembatanan  bisa kuliah dan bekerja di Jerman.

“Kehadiran para kepala sekola SMA dan SMK di Sumut di acara sosialisasi beasiswa HEY ini  tentu membuka  peluang bagi sekolah  terlibat langsung untuk lebih optimal menjalin kemitraan dengan HEY ,” katanya. Dia mengatakan,  dinas pendidikan Sumut bersama kepala sekolah  bertanggung jawab untuk mengantarkan anak bangsa, khsususnya generasi muda Sumut untuk meraih masa depan yang cerah.

Sementara itu,  CEO HEY, Ir Nana Saragih mengatakan,  HEY bekerja sama langsung dengan Pemerintah Jerman membekali pelajar Indonesia untuk kuliah sambil bekerja di Jerman.”Kita langsung bekerjasama dengan pemerintah Jerman jadi tak perlu ragu akan legalitas HEY,” katanya.

Program ini terlaksana sejak tahun 2017 dan telah sukses memberangkatkan ratusan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.  Ia menjelaskan Yayasan HEY  awalnya bermula dari Yayasan Rumah Kapal Indonesia. HEY berpusat di Batam.

Pengagum Bj. Habibie ini menjalaskan sejarah singkat berdirinya HEY.  Ia juga menjelaskan keunggulan program HEY. Dia menjelaskan sebelum pelajar dikirim ke Jerman,  pera pelajar akan dibekali bahasa Jerman.

Mulai dari A1, A2, B1. Tapi kalau mereka mau melanjutkan teknik, mereka harus sampai B2. “Setelah belajar dan bekerja di Jerman, maka peluang bekerja tetap di sana sangat besar dengan ganji yang juga besar,” katanya. Syaratnya utama  ke Jerman harus lulus B1.

“Ini adalah program pemerintah yang sudah sangat lama. Jadi kalau Indonesia tidak berangkat, mereka tetap menerima orang Vietnam orang Thailand, Cina, India, Bangladesh,” katanya seraya menyampaikan segala hal yang berkaitan dengan program HEY secara detail.

Turut memberikan sambutan Dr. Mansur Arsyad, SPd, MPd dari  Kemendikbud Ristek . Ia mendukung Dinas Pendidikan Sumut merespon tawaran kerja sama dengan HEY.  (m19)

  • Bagikan