Gubsu Belum Izinkan Buka Sekolah 

Gubsu Belum Izinkan Buka Sekolah 

  • Bagikan
GUBSU Edy Rahmayadi, didampingi Wagubsu Musa Rajekshah, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dan Ketua Bappeda Sumut, saat memberikan pernyataan pers kepada wartawan. Gubsu mengatakan, belum mengizinkan sekolah dibuka, atau melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi, didampingi Wagubsu Musa Rajekshah, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dan Ketua Bappeda Sumut, saat memberikan pernyataan pers kepada wartawan. Gubsu mengatakan, belum mengizinkan sekolah dibuka, atau melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Keinginan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, yang mengharuskan sekolah segera dibuka, tidak akan terlaksana di Sumut. Pasalnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan, belum mengizinkan  sekolah dibuka, atau melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pernyataan itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi, menjawab pertanyaan Waspada, di Hotel Santika Dyandra, kamis (3/6). Yakni, usai dia bersama Wagubsu Musa Rajekshah, menghadari pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumut tahun 2019 – 2023.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Nadiem Makarim menginstruksikan agar sekolah harus segera dibuka kembali. Malah dia menyatakan, demi pendidikan, tidak ada tawar-menawar yang bisa dilakukan.

Nadiem mengaku, memahami kekhawatiran guru, tenaga pendidikan dan orangtua murid, terkait dengan pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun dia mengatakan, penundaan pembukaan sekolah bisa berdampak panjang.

Menanggapi hal ini, Gubsu Edy Rahmayadi, mengatakan bahwa persoalan membuka sekolah, atau melaksanakan Pembelakaran Tatap Muka (PTM) bukan persoalan  tawar- menawar. Persoalannya adalah lebih pada melihat kondisi ril di daerah.

Dikatakan Edy Rahmayadi,  sebagai pemimpin, dia tidak akan mencelakai rakyatnya. Karena itulah, ukurannya harus sangat jelas. ‘’Kalau itu akan mencelakai anak-anak kita, selama saya masih mempunyai wewenang, anak sekolah tidak akan saya izinkan untuk  sekolah,’’ katanya .

Selanjutnya, disampaikan Edy Rahmayadi bahwa pihaknya sudah membahas persoalan PTM ini dengan sejumlah ahli dan orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Yakni  dokter anak, psikologi anak, pendidik, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya.

Disampaikan Edy Rahmayadi, dari dialog yang dilakukan, dengan melihat kondisi ril perkembangan kasus Covid-19 saat ini di sejumlah daerah, akhirnya disepakati. Yakni  Sumut belum diizinkan untuk bersekolah tatap muka. ‘’Jadi, di Sumut pembelajaran tatap muka, belum dapat dilasanakan,’’ ujarnya. (m07) 

  • Bagikan