Waspada
Waspada » GTPP Diminta Perketat Protokol Kesehatan Di Kawasan Obyek Wisata
Medan

GTPP Diminta Perketat Protokol Kesehatan Di Kawasan Obyek Wisata

KETUA Komisi D DPRD Sumut, H Anwar Sani Tarigan. GTPP diminta perketat protokol kesehatan di kawasan obyek wisata. Waspada/Partono Budy
KETUA Komisi D DPRD Sumut, H Anwar Sani Tarigan. GTPP diminta perketat protokol kesehatan di kawasan obyek wisata. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut diminta untuk memperketat protokol kesehatan di kawasan obyek wisata di kabupaten/kota di Sumut.

GTPP diminta perketat protokol kesehatan di kawasan obyek wisata, yang salah satunya berada di  Kabupaten,  Tanah Karo.

“Pengawasan di obyek wisata di Tanah Karo perlu dilakukan karena berdasarkan kunjungan, banyak wisatawan terlihat bebas beraktifitas tanpa mengenakan masker, dll,” kata Ketua Komisi D DPRD Sumut, H Anwar Sani Tarigan (foto) kepada Waspada di Medan, Selasa (4/8).

Menurut politisi PDI-P ini, pengawasan di kawasan obyek wisata dengan cara pengetatan protokol kesehatan di Tanah Karo mendesak dilakukan.

“Alasannya, telah terjadi kenaikan jumlah warga terpapar Covid-19,” kata Anwar Sani.

Dia mendasarkan keterangan itu dari Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Karo.

Berdasarkan data per tanggal 27 Juli sampai pukul 16.00 WIB, tercatat Pasien dalam pengawasan (PDP) 75 orang, orang dalam pantauan (ODP) 26 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 110 kasus.

Dengan kenaikan ini, kabupaten yang dikenal sebagai obyek wisata berkawasan sejuk kembali mendapat predikat zona merah.

Potensi Penyebaran COvid-19

Anwar Sani, yang warga Karo ini mencontohkan kawasan obyek wisata Air terjun Sipiso-piso di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Karo terkesan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Saya barusan ke sana minggu lalu, banyak turis dan warga di sana tak pakai masker, menjaga jarak, sepertinya mereka tidak menyadari kalau di sana juga ada potensi penyebaran Covid-19,” kata Anwar Sani.

Juga di obyek wisata Gundaling, dan Brastagi, kondisinya tak jauh berbeda. Kecuali berhawa dingin, warga di sana bebas hilir mudik bersama keluarga.

“Yang kita khawatirkan, adalah orang yang membawa virus ke Tanah Karo, sehingga memungkinkan terjadi percepatan atau penambahan kasus pandemi itu,” ujarnya.

Dengan kondisi berzona merah, Anwar Sani meminta Bupati bersama TGPP Tanah Karo melakukan langkah pemutusan mata rantai Covid-19.

“Yang jelas, perketatlah protokol kesehatan, lakukan edukasi dan monitoring agar penyebaran dapat dicegah,” ujarnya.

Pada 12 Juni 2020 lalu, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting bersama rombongan termasuk Anwar Sari melakukan kunjungan kerja ke Tanah Karo.

Baskami meminta Bupati Tanah Karo untuk berkordinasi dengan GTPP dalam rangka ikut mencegah penyebaran pandemi di kabupaten itu.(cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2