GPEI Minta Permendag No.18 Tahun 2021 Direvisi - Waspada

GPEI Minta Permendag No.18 Tahun 2021 Direvisi

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) meminta Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Republik Indonesia (RI) Nomor 18 Tahun 2021 direvisi.

Permohonan tersebut disampaikan tertulis kepada Menteri Perdagangan RI tertanggal 17 November 2021 dengan nomor surat 085/DPP-GPEI/XI/21 yang langsung ditandatangani Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli dengan tembusan Presiden RI.

Khairul Mahalli menyebutkan, menunjuk Peraturan Menteri Perdagangan RI, Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor perkenankan kami menyampaikan hal berikut:

Pertama, untuk meningkatkan sektor hilir pertambangan mineral non logam batuan sesuai dengan visi Bapak Presiden RI, Indonesia harus segera masuk ke industri hilir SDA dan meningkatkan proses teknologi, peningkatan ekspor untuk meraih devisa yang sangat dibutuhkan negara dalam masa pandemic untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

Kedua, atas dasar deposit batu gamping yang berlimpah/abundant dengan ini kami mengusulkan revisi dan Permendag tersebut untuk tarif HS 2521000 batu gamping. Ukuran yang di bolehkan ekspor ukuran mesh(tepung) s/d 100mm.

Pertimbangannya karena batu gamping dipasar global yang telah diolah (crushing limestone) ukuran mesh(tepung).2mm-3mm.5mm-25mm.40mm-80mm.

Untuk pemakaian industry clinker, besi, cat, kertas, gula, stone paper, keramik, water treatmen, claybut, agro, chemical, hebel dan lain-lain.
Pertimbangan kedua karena industri pengolahan batu gamping (crushing limestone) akan meningkatkan jumlah tenaga kerja, industri peralatan dan permesinan lokal crusher, cable, panel, conveyor belt berbahan karet alam akan meningkatkan harga karet petani dan lain-lain.

Pertimbangan ketiga, market share batu gamping (crushine limestone)2020-2026 USD 75.000.000.000 (millyar) per tahun, peningkatan permintaan 6% per tahun dengan pasar USA, Canada, Asia Pasific, Latin Amerika, Midle East dan Afrika. Pasar besar terdekat adalah Indonesia Bangladesh, India, Taiwan, Jepang. Sementara, pesaing Indonesia adalah Vietnam, Thailand, Malaysia, Oman, Egypt dan UAE.

Khairul Mahalli menyebutkan, tarif HS 2522 20000, HS 28259000 hilir batu gamping, kapur tohor/quick lime. Ukuran yang di bolehkan ekspor mulai dengan kandungan CAO 70%, 80%, 90%, 96%, 99% sesuai standar di pasar global.

Sementara, tarif HS 2522 2000, HS2825 90000 slake lime tidak perlu diatur untuk kadar Ca(OH)2 karena ini adalah campuran quick lime dan air. Pembeli quicklime bisa mencampur dengan air untuk mendapatkan Ca(OH)2. Slake lime di pakai untuk lime mortar, kertas, CPO refinery bleatching earth, pickle di India juga dipakai untuk buat papadam, proses pinang dan lain-lain. Market share 2021-2026 USD 59.000.000.000 dengan permintaan pasar meningkat 4% per tahun.

Untuk itu, sebut Khairul Mahalli, GPEI memohon agar Permendag tersebut dapat direvisi pada kesempatan pertama untuk peningkatan produk ekspor Indonesia yang berdaya saing serta peningkatan investasi di Indonesia.(m29)

Waspada/Ist
Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli.

  • Bagikan