Gara-gara 'Nomor Cantik' Wajib Pajak Tunda Bayar Pajak Ranmor

Gara-gara ‘Nomor Cantik’ Wajib Pajak Tunda Bayar Pajak Ranmor

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Maksud hati mau membayar pajak kendaraan bermotor di SAMSAT Medan Selatan Jl. Sisingamangaraja Medan, seorang wajib pajak terpaksa mengurungkan niatnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor miliknya, Selasa (19/10).

Pasalnya, saat wajib pajak memasukkan berkas pembayaran pajak dan ganti plat nomor kendaraan, petugas Loket Registrasi/Penomoran menyebutkan bahwa pemilik kendaraan bermotor wajib membayar biaya untuk pengurusan ‘nomor cantik’ sesuai dengan PNBP yang nominalnya jutaan rupiah.

‘Nomor cantik’ tersebut akan bisa digunakan kembali untuk pembayaran pajak berikutnya. Bila tidak mau membayar ‘nomor cantik’ maka nomor plat polisinya akan berganti sekaligus mendapatkan buku BPKB baru dan ‘nomor cantik’ akan berganti menjadi nomor biasa.

“Dari awal saya membeli mobil, nomor plat polisinya sebanyak 4 angka dan saya tidak ada meminta nomor permintaan atau ‘nomor cantik’. Sekarang ini, pas giliran saya mau bayar pajak sekaligus ganti nomot plat polisinya, nomor plat polisi saya kok dibilang ‘nomor cantik’ dan harus membayar jutaan rupiah sesuai dengan PNBP,” sebut Jaya kepada Waspada, Selasa (19/10) di Samsat Medan Selatan.

Jaya menambahkan, bila ‘nomor cantik’ mobilnya tidak mau dibayar di luar biaya pajak STNK yang tertera maka ‘nomor cantik’ tersebut akan dirubah menjadi nomor biasa.

“Waktu saya tanyakan sama petugas loket, biaya pengurusan ‘nomor cantik’ bisa mencapai 3 juta sementara biaya pajak STNK nya sudah Rp3 juta. Kan mahal kali biayanya,” keluh Jaya pemilik BK 19xx tersebut.

Karena biayanya terlalu mahal, tambah Jaya, dirinya terpaksa membatalkan niatnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Disebutkan Jaya, selain dirinya, pada hari itu juga ada beberapa wajib pajak yang mengalami masalah yang sama dengan dirinya dan terpaksa membatalkan diri membayar pajak hanya gara-gara ‘nomor cantik’ tersebut.

Selain itu, tambah Jaya, seharusnya pihak SAMSAT Medan Selatan melaksanakan sosialisasi terkait kepemilikan ‘nomor-nomor’ cantik tersebut, sehingga para wajib pajak pemilik kendaraan bermotor mengetahui dan memakluminya,.

Apalagi ‘nomor cantik’ tersebut umumnya bukan nomor permintaan melainkan nomor yang diberikan oleh pihak SAMSAT.

“Tiba-tiba saja empat tahun kemudian nomor plat polisi yang saya miliki termasuk dalam kelompok ‘nomor cantik’. Akhirnya, saya terpaksa membatalkan diri untuk membayar pajak,” tutur Jaya.

Sementara itu, petugas loket registrasi/penomoran yang dikonfirmasi menyebutkan, biaya pengurusan ‘nomor cantik’ tersebut sesuai dengan PBP dan berdasarkan Undang Undang No 60 tahun 2016.

“Biaya pengurusan ‘nomor cantik’ sesuai dengan PNBP dan Undang Undang No 60 tahun 2016,” jelas polisi yang bertugas di loket tersebut.

Di Loket Registrasi SAMSAT Medan Selatan juga tertera sejumlah ‘nomor cantik’ empat angka yang wajib dibayar atau diganti saat hendak membayar pajak kendaraan bermotor sekaligus ganti plat nomor polisi.(m27)

Waspada/Andi Aria Tirtayasa

Sejumlah ‘nomor cantik’ yang tertera di Loket Registrasi yang terkena kategori biaya PNBP atau wajib ganti dari ‘nomor cantik’ menjadi nomor biasa.

  • Bagikan