Waspada
Waspada » Fraksi PDIP Minta Kapolres Belawan Dicopot dari Jabatannya
Medan

Fraksi PDIP Minta Kapolres Belawan Dicopot dari Jabatannya

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus.

MEDAN (Waspada): Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Kota Medan mengaku kecewa dengan kinerja Polres Pelabuhan Belawan yang dinilai lemah dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di kawasan Belawan dan sekitarnya yang menjadi wilayah kerja Polres Belawan.

Pasalnya, peristiwa kerusuhan di Kecamatan Medan Belawan seperti tawuran yang terjadi pada Selasa (20/7) malam hingga Rabu (21/7) dini hari kemarin bukan lah peristiwa kerusuhan pertama di Belawan pada masa kepemimpinan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Mhd. R. Dayan.

“Kerusuhan kemarin bukan yang pertama terjadi di masa kepemimpinan Kapolres Pelabuhan Belawan saat ini, tapi peristiwa itu kami nilai sebagai puncak kelalaian Polres Pelabuhan Belawan dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di Belawan. Kami menilai, Kapolres Pelabuhan Belawan saat ini sudah terlalu sering kecolongan,” tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus (foto), Kamis (22/7).

Untuk itu, tegas Robi, Fraksi PDIP DPRD Medan meminta kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, agar segera mencopot AKBP Mhd. R. Dayan dari jabatannya selaku Kapolres Pelabuhan Belawan.

“Kami meminta supaya Kapolres Pelabuhan Belawan saat ini segera dicopot dan diganti dengan pejabat Polisi yang lebih berkompeten dalam menjaga keamanan di Belawan,” ucap Robi.

Keamanan Masyarakat

Dikatakan Anggota Komisi I DPRD Medan itu, pencopotan Kapolres Pelabuhan Belawan yang merupakan counterpart-nya di Komisi I itu memang harus dilakukan, karena lemahnya kinerja Polres Pelabuhan Belawan saat ini tidak bisa lagi ditoleransi, apalagi hal ini menyangkut masalah keamanan masyarakat.

“Masyarakat sangat butuh rasa aman. Keberadaan polisi dalam menjaga keamanan dan menegakkan undang-undang sangat vital, itu lah yang paling dibutuhkan masyarakat, termasuk masyarakat Belawan saat ini,” ujarnya.

Ditegaskan Robi, seharusnya Polres Pelabuhan Belawan tidak boleh sering kecolongan atas peristiwa kerusuhan yang mengancam keselamatan masyarakat Belawan.

Pada awal-awal terjadinya kerusuhan, seharusnya Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum pelaku kerusuhan dan menuntaskan masalahnya hingga ke akar persoalan.

“Yang paling penting begitu ada kejadian kerusuhan di sana, Polres Pelabuhan Belawan seharusnya fokus pada tindakan pencegahan yang lebih preventif, dengan demikian Polres Pelabuhan Belawan tidak kecolongan seperti kemarin. Kemarin itu sudah betul-betul kelewatan, selain kehilangan rasa aman, kerusuhan itu juga membuat masyarakat banyak yang dirugikan baik secara materil maupun inmateril,” pungkasnya.

Diketahui, perang antar kampung terjadi di Jalan Medan Belawan Km 20,5 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (20/7) malam. Bahkan dalam bentrokan ini, sebuah gereja nyaris dibakar oleh sekelompok massa. Dari video yang beredar di media sosial, disebutkan aksi bentrokan terjadi Selasa (20/7) malam hingga Rabu (21/7) dinihari.

Saat bentrokan terjadi, ratusan pengendara motor saling lempar batu dan menembakkan petasan roket. Tak cuma itu, kerusuhan juga sampai menggunakan bom molotov. Terlihat warga yang berperang sempat membakar usaha tambal ban milik warga setempat.

Ketika kericuhan pecah, warga yang terlibat bentrok bahkan tidak menghiraukan kehadiran Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho. Menurut saksi mata yang minta identitasnya dirahasiakan, bahkan para pemuda yang terlibat bentrokan sudah berusaha untuk membakar gereja. (h01)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2