Waspada
Waspada » Fraksi Gerindra Desak Pemprovsu Tambah Anggaran Corona
Medan

Fraksi Gerindra Desak Pemprovsu Tambah Anggaran Corona

ANGGOTA DPRD Sumut, H Muhammad Subandhi ST. Fraksi Gerindra DPRD Sumut desak Pemprovsu tambah anggaran penanggulangan corona di P-APBD untuk menalangi berbagai biaya yang muncul akibat pandemi tersebut. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut, H Muhammad Subandhi ST. Fraksi Gerindra DPRD Sumut desak Pemprovsu tambah anggaran penanggulangan corona di P-APBD untuk menalangi berbagai biaya yang muncul akibat pandemi tersebut. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Fraksi Gerindra desak Pemprovsu tambah anggaran corona  untuk menalangi berbagai biaya yang muncul akibat pandemi tersebut.

“Biaya yang tersisa Rp 18 miliar masih sangat minim, Fraksi Gerindra desak Pemprovsu tambah anggaran corona agar penanggulangannya bisa lebih maksimal, dan menyeluruh,” kata HM Subandhi ST (foto) kepada Waspada di kantornya, Selasa (24/3).

Penasihat Fraksi Gerindra DPRD Sumut ini menyebutkan, dari Rp 30 miliar anggaran yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Rp 12 miliar di antaranya sudah digunakan untuk bencana di Tapteng, dan Madina.

“Sisanya Rp 18 miliar itulah yang digunakan yang menurut fraksi Gerindra tergolong minim untuk membiayai antisipasi, pencegahan dan penanggulangan pandemi corona atau Covid-19.

Dibanding Pemko Medan yang mengelontorkan Rp 100 miliar dan Pemkab Deli Serdang Rp 46,5 miliar terkait corona, anggaran Pemprovsu yang tersisa Rp 18 miliar tak akan cukup membiayai kebutuhan.

Terutama untuk tenaga medis yang terlibat penanganan Covid-19 di 33 kabupaten/kota di Sumut.

“Biaya yang membengkak nanti dalam penanggulangan corona adalah logistik, dan intensif tenaga medis, karena keduanya ini jadi komponen penting yang tidak bisa dihindarkan,” kata Subandhi, yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Sumut ini.

Karenanya, penambahan berdasarkan usulan dapat dilakukan Pemprovsu dan akan ditampung di P-APBD.

“Anggaran bisa saja ditampung di P-APBD, namun jika darurat, anggaran bisa digeser untuk kebutuhan prioritas,” katanya.

“Meski kita bisa saja mengusulkan penambahan anggaran, tetapi konkritnya usulan itu dimulai dari Pemprovsu sendiri,” katanya.

Menyinggung tentang penanggulangan dan pencegahan corona, Subandi meminta kepada bupati/walikota hingga camat sampai lurah untuk intensif melakukan sosialisasi. Mulai dari kota hingga ke desa maupun dusun-dusun.

“Kita minta camat/lurah kordinir pemasangan spanduk, baliho atau apapun namanya disebarluaskan hingga warga akhirnya tahu tentang bahaya corona,” katanya.

Menurut dia, saat ini tidak seluruh warga tahu, apalagi yang ada di desa. “Mereka asyik saja duduk, main game di warnet, tak tahu di sebelahnya ada wabah corona. Mereka jadi tidak siap,” katanya.

Sosialisasi dan imbauan tentang bahaya corona harus setiap hari dilakukan dengan sasaran semua elemen masyarakat.

Bahkan kalau perlu ada tindakan terhadap warga yang mengabaikan imbauan tentang bahaya corona, karena pandemi ini sudah berada dalam kondisi gawat darurat. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2