Waspada
Waspada » FKUB-Kemenag-Tokoh Lintas Agama Kota Medan Kutuk Bom Di Makasar
Medan

FKUB-Kemenag-Tokoh Lintas Agama Kota Medan Kutuk Bom Di Makasar

KETUA FKUB Kota Medan, Ilyas Halim MPd bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar dan Tokoh Lintas Agama berfoto bersama. FKUB -Kemenag-Tokoh Lintas agama Kota Medan kutuk bom di Makasar. Waspada/ist
KETUA FKUB Kota Medan, Ilyas Halim MPd bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar dan Tokoh Lintas Agama berfoto bersama. FKUB -Kemenag-Tokoh Lintas agama Kota Medan kutuk bom di Makasar. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, bersama Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Tokoh Lintas Agama Kota Medan, mengadakan dialog kerukunan menyikapi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu lalu.

Mereka juga mengajak tokoh agama agar terus mensosialisasikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Virus Covid-19.

“Ya, kita memfasilitasi kegiatan yang bertempat di kantor Kementerian Agama Kota Medan,kemarin yang turut dihadiri, Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan Sulaiman Harahap, SH, M.SP,”kata Ketua FKUB Kota Medan Ilyas Halim.

Kata Ilyas Halim, Selasa (30/3) dalam dialog tersebut menghasilkan 8 poin yakni:

1. Mengutuk pelaku bom bunuh diri di Makasar

2. Meminta polisi untuk mengusut tuntas para aktor teror bom tersebut.

3. Mendukung program pemerintah untuh melakukan Vaksin Covid 19 bagi masyarakat

4. Diminta kepada pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah

5. Diminta kepada Wali Kota Medan untuk senantiasa bisa dialog dengan tokoh agama.

6. Dalam rangka Bulan Ramadan di minta kepada pemerintah membuat aturan atau prokes dalam menggunakan rumah ibadah.

7. Merazia para penjual dan pengguna petasan

8. Mengamankan para pembalap liar dan asmara subuh pada Bulan Ramadhan.

Jaga Kerukunan

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Medan, Dr  Impun Siregar mengajak masyarakat  untuk menjaga kerukunan khususnya di Kota Medan.

Kemudian saling menghormati dan menghargai antar umat beragama agar kejadian di Makasar tidak terjadi di Kota Medan.

Impun Siregar mengatakan, Medan merupaka kota yang majemuk yang terdiri atas beragam suku, budaya, ras dan agama.

Karenanya kita harus memiliki sikap toleransi, dan saling menghargai demi menjaga kerukunan umat beragam di Kota Medan.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2