MEDAN (Waspada): Film Samudera produksi insan perfilman dan pekerja seni dari Sumut, optimis akan rampung pada Oktober 2024, dengan masa syuting selama dua minggu di pulau tak berpenghuni di Sibolga.
“Kita optimis Oktober 2024 rampung syuting, karena masa latihan dengan pemain intensif dilakukan, dengan melibatkan sutradara, coach, dan tim talenta,” kata Erwin Siregar, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sumut, Rabu (25/9).
Erwin mengatakan, intensitas latihan yang dilakukan kawasan Jalan Sembada Medan, itu disaksikan langsung oleh penulis skenario/produsen Dewi Budiati Teruna Said, Indra Teruna (Parsi Sumut), Yan Armarni, pakar senior bina budaya, dan coach Heri Sasmita, kru dan para pemain pendukung lainnya.
Latihan yang dilakukan itu dapat mengetahui chemistry antara satu pemain dengan pemain lainnya, sehingga ditemukan kecocokan, baik watak peran, emosi, dan improvisasi.
“Ini sudah yang kesekian kali kita latihan, dan optimis dalam waktu dekat, awal Oktober 2024, kita akan syuting selama dua minggu di sebuah pulau tak berpenghuni di Sibolga,” ujarnya.
Chemistry ini penting agar proses syutingnya tidak berulang-ulang, dan memakan waktu, apalagi lokasi syutingnya berada di pulau yang tidak berpenghuni dI Sibolga.
“Sekitar 80 persen lokasinya di Sibolga dan sisanya nanti di tempat lain, termasuk di kawasan tempat pertandingan sepakbola,” katanya.
Dibintangi aktor dari Jakarta, Ismu Tanjung, film Samudra yang menampikan sosok tegar tak pantang menyerah ini, merupakan persembahan insan perfiliman dan pekerja seni dari Sumut.
“Ini hasil kerja pekerja seni kita, dan mungkin film pertama setelah 50 tahun terakhir, dengan mengambil tema Samudera, yang bercerita tentang perjuangan sosok gigih diilustrasikan sebagai nelayan yang berjuang keras menghadapi tantangan berat,” katanya.
Kegigihan sang aktor yang dibantu pemain dari Sumut, termasuk Anggra Stevani yang berperan sebagai dokter Amel, dan Michael Jackson yang berperan sebagai Gohay Satria, menguatkan image sebuah perjuangan, yang layak diketahui masyarakat.
“DI era digital ini, image menjadi pesan sentral mewakili karakteristik perfilman kita. Lebih-lebih tema cerita di Film Samudera mencerminkan fakta sebenarnya yang harus diketahui masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Indra Teruna dari Parsi Sumut mengapresiasi Film Samudera yang diproduseri oleh H Syamsul Hilal, kiranya menjadi pemacu bangkitkanya perfilman nasional, begitu juga potensi para pemainnya di daerah ini.
“Di film Samudera kita lihat banyak pemain yang berebakat , namun tidak kita berdayakan, ini harus jadi perhatian kita semua dengan misalnya membuat rumah produksi,” katanya.
Berkaitan dengan Film Samudera, lanjut Indra ini merupakan film produksi anak negeri, sehingga diharapkan memberi nuansa dan pencerahan bagi masyarakat di Sumut, dan mendorong tumbuhnya kreatifitas insan perfilman di daerah ini. (cpb)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.