F HPP DPRD Medan Khawatirkan Kualitas Pembangunan Drainase Buruk

F HPP DPRD Medan Khawatirkan Kualitas Pembangunan Drainase Buruk

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Fraksi Hanura, PSI dan PPP (HPP) DPRD Medan mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar tidak lalai dalam pelaksanaan pembangunan drainase di Dinas PU.

Sebab, bila tidak memaksimalkan kinerja dikuatirkan akan terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) mengingat sempitnya masa pekerjaan akhir tahun 2021.

Wakil Ketua Fraksi HPP DPRD Medan, Hendra DS, Rabu (29/9) menyoroti hal tersebut terkait Ranperda perubahan APBD 2021 yang baru disahkan Selasa (28/9) di rapat paripurna DPRD Medan.

” Pemko Medan harus memaksimalkan pengerjaan pembangunan drainase sehingga pada akhir tahun tidak terjadi SILPA. Karena itu, terkait program pembangunan drainase, maka segera melakukan pengecekan kesiapan perusahaan penyedia u-dicth sebagai material dasar pembangunan drainase,” ujarnya.

Menurut Fraksi HPP, langkah itu sangat penting dilakukan agar program pembangunan drainase sepanjang 38 km hingga akhir tahun dapat terlaksana dengan baik. Sebab, menurut hitungan mereka, pembangunan 38 km drainase setidaknya membutuhkan 20-30 ribu u-dicth.

“Jika perusahaan penyedia tidak mampu memenuhi kebutuhan u-dicth sebagai material dasar pembangunan drainase. Maka dipastikan akan terjadi SILPA pada akhir tahun anggaran. Kalaupun kemudian dipaksanakan pengerjaannya, Kami khawatir mutu dan kualitas bangunan drainase tidak bagus,” ujar Hendra.

Mutu Pendidikan

Selain pelaksanaan proyek drainase, Fraksi HPP juga menyoroti mutu pendidikan di Kota Medan.

Disampaikan Hendra, pendidikan merupakan pilar penting pembangunan bangsa dan negara.

Maka itu sesuai UU Sisdiknas agar mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen dari total anggaran yang ada di APBD. Maka itu, kendati masa pandemi Covid 19 saat ini, masalah pendidikan akan tetap menjadi prioritas.

“Peningkatan SDM , sarana dan prasarana, kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraan tenaga pendidik tidak boleh diabaikan,” ungkap Hendra.

Semua pihak dipastikan memiliki harapan besar agar mutu dan kualitas pendidikan di Kota Medan dari tahun ke tahun dapat meningkat. Untuk itu, Fraksi HPP secara khusus mengingatkan Pemko Medan supaya bertekad meningkatkan kesejahteran guru, karena peran dan jasa para guru sangat besar.

“Kami minta kepada Pemko Medan agar hak-hak para guru harus ditunaikan dan tidak boleh dipersulit jika tidak ingin dianggap durhaka kepada para guru,” sebut Hendra.

Bukan hanya dI situ saja, Fraksi HPP juga menyoroti pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di Kota Medan, Fraksi HPP dorong Pemko Medan agar dilakukan percepatan vaksinasi karena masih banyak masyarakat yang khawatir untuk melakukan vaksin maka harus terus dilakukan sosialisasi.

Dilanjutkan Hendra, keprihatinan menyikapi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Kemiskinan, kriminalitas dan perilaku masyarakat cenderung sudah jauh dari tujuan menciptakan Medan sebagai kota berkah.

“Mari kita ciptakan gerakan bersama menjadikan Kota Medan sebagai daerah yang selalu mendapatkan berkah dari Allah yang maja kuasa”, paparnya.

Ditambahkan, di jaman digitalisasi saat ini banyak yang menimbulkan dampak buruk karena bebasnya anak anak mengakses internet yang tidak mendidik bagus. Maka itu Pemko Medan harus mensiasati peningkatan akhlak generasi muda dan pentingnya pembangunan moral.

Apalagi tambah Hendra, dampak peredaran obat-obatan terlarang (narkotika) serta gaya hidup bebas.

“Menurut kami ini saatnya kita harus melakukan langkah antisipatif, demi masa depan generasi muda yang lebih baik,” ajak Hendra. (h01)

  • Bagikan