Waspada
Waspada » Erosi Sungai Belawan Masuk Level Membahayakan
Medan

Erosi Sungai Belawan Masuk Level Membahayakan

SEORANG warga tampak duduk di bagian tengah pinggiran Sungai Belawan, belum lama ini. Erosi sungai Belawan Kecamatan Hamparanperak masuk level membahayakan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
SEORANG warga tampak duduk di bagian tengah pinggiran Sungai Belawan, belum lama ini. Erosi sungai Belawan Kecamatan Hamparanperak masuk level membahayakan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

HAMPARANPERAK (Waspada):  Erosi Sungai Belawan, yang membelah Kec.Hamparanperak, Kab Deliserdang, kini masuk pada level yang membahayakan. Bahkan gerusan air pada tanah di bibir sungai tersebut dikhawatirkan akan menelan korban jiwa.

Anggota DPRD Deliserdang Drs Rahman mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II agar secepatnya memperbaiki erosi tersebut sebelum menelan korban jiwa.

“Saya mendesak  Pemprovsu khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II agar cepat menanggulangi erosi berat sungai Belawan. Karena yang kita ketahui kikisan tanah oleh air di bibir sungai sudah pada level yang membahayakan, bahkan dikhawatirkan dapat menelan korban jiwa,” sebut Drs Rahman Anggota DPRD Deli Serdang, ketika melaksanakan reses di Desa Klambir Lima Kampung, Jumat (5/3) malam.

Diharapkan Rahman, Pemprovsu harus cepat turun mengkaji dan mengambil langkah pencegahan akibat dampak erosi Sungai Belawan itu sehingga masyarakat yang bermukim di sekitar sungai di Kecamatan Hamparanperak tak perlu was-was lagi.

“Ini sangat berbahaya, kalau saja tak ada penangangan serius terhadap dampak yang diakibatkan erosi sungai. Saat ini banyak rumah warga bakal ambruk ke dalam aliran Sungai Belawan dan jalan aspal pinggir sungai pun bakal habis,” jelas wakil rakyat dari Partai Golkar ini.

Dijelaskan Rahman,  ada beberapa titik bronjong yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumut namun pembuatan infrastruktur itu dirasa belum cukup dengan persoalan erosi yang terjadi.

“Pembuatan bronjong sungai ada di Desa Klambir dan Desa Hamparanperak. Terakhir pembangunan bronjong dilaksanakan pihak Kementerian,” jelas Politisi Partai Golkar ini.

Pelebaran Jembatan

Selain pembahasan penanggulangan erosi, wakil rakyat Dapil Hamparanperak dan Labuhandeli itu juga menyampaikan kepada konstituennya upaya pelebaran Jembatan Merah serta pembangunan jembatan gantung yang telah usang.

“Jembatan Merah sempit jadi mesti dilebarkan sesuai dengan perkembangan zaman agar para pengendara mobil serta warga dapat melintasi jembatan,” tambah  anggota dewan yang duduk di Komisi D.
Bahkan, lanjut  Rahman, fasilitas umum di desa, salah satunya Jembatan Gantung Desa Klambir Lima Kampung mesti cepat dibangun.

“Ini jadi catatan serius Pemerintah terkait jembatan Gantung di Desa Klambir Lima Kampung. Karena yang melintasi jembatan banyak anak sekolah,” tambah Drs Rahman angota dewan yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2