Enam Tokoh Agama Doakan Medan Kondusif

Enam Tokoh Agama Doakan Medan Kondusif

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Enam agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katholik dan Konghucu doa bersama untuk Kota Medan kondusif dan bebas dari bahaya Covid-19.

“Mari sama doakan agar pandemi ini cepat berlalu. Sudah lama kita tidak melaksanakan doa bersama , sebagai wujud keinginan kita agar musibah pandemi ini berlalu,” kata Ketua MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum yang memandu pembacaan doa bersama agamawan, saat berlangsungnya penutupan acara dialog dengan pengurus rumah ibadah dan tokoh lintas agama, Kamis(17/6) di Le Polonia Hotel.

Doa dan harapan itu diaminkan seluruh peserta yang hadir.

Ketua FKUB Kota Medan, Ilyas Halim menyebutkan, saat pandemi covid-19 ini, doa termasuk yang sangat diperlukan dalam membentuk immunitas untuk mengusir atau menjauhi covid-19.

“Kita ingin acara doa bersama kita giatkan kembali demikian juga zikir bersama. Agar kita senantiasa dekat dengan pencipta Allah SWT,” kata Ilyas Halim MPd.

Tingkatkan Ibadah

Dia juga mengingatkan, agar tokoh lintas agama mengajak umat untuk senantiasa meningkatkan ibadahnya. Dalam rangka mewujudkan ketentraman hati.

“Mari bersama meningkatkan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing agar hati damai yang mendukung terciptanya Medan Berkah dan Harmoni,” kata Ilyas Halim.

Dia juga menjelaskan bagaimana FKUB Kota Medan melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi kerukunan antar umat beragama, sehingga meraih Harmoni Award dari Kementerian Agama RI.

Sebelumnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi tentang moderasi beragama oleh Prof Syahrin Harahap yang juga Rektor UINSU dengan moderator H Abdul Hakim Siagian.

Dalam paparanya, meminta FKUB Kota Medan bisa menjadi lembaga yang mewujudkan Kota Medan pelopor terlaksananya moderasi beragama dengan baik di Medan maupun di Sumut.

Sedangkan Ketua Umum PB MABMI, Dato’ Seri H Syamsul Arifin yang turut menjadi pembicara mengajak semua tokoh beda agama dan beda suku di Kota Medan, agar selalu mengutamakan dialog jika ada persoalan.

Syamsul yang dikenal dengan jargon Sahabat semua suku, mengingatkan agar tidak pernah ada konflik terlebih dikaitkan dengan persoalan agama, karena konflik akan berujung perpecahan.

“Utamakan dialog. Pertemuan seperti ini sangat perlu dilanjutkan,” ucapnya.

Kegiatan dialog juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan,Aulia Rachman, mantan Ketua MUI Medan, Prof HM Hatta serta tokoh agama dan peserta kegiatan.(m22)

 

  • Bagikan