Waspada
Waspada » Empat Tersangka Curanmor Ditembak
Medan

Empat Tersangka Curanmor Ditembak

EMPAT tersangka pelaku curanmor dan penadahnya diamankan di Mapolsek Patumbak, Senin (21/12). Mereka ditembak kakinya karena berusaha melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Waspada/Ist
EMPAT tersangka pelaku curanmor dan penadahnya diamankan di Mapolsek Patumbak, Senin (21/12). Mereka ditembak kakinya karena berusaha melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Unit Reskrim Polsek Patumbak mengungkap tiga kasus pencurian kendaraan bermotor. Empat tersangka curanmor itu terpaksa ditembak, dalam pengungkapan yang dilakukan selama sepekan.

“Ke empat tersangka curanmor terpaksa ditembak di bagian kaki, karena berusaha melawan saat akan ditangkap,” sebut Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza kepada wartawan, Senin (21/12).

Dua tersangka curanmor yang diamankan, yakni KR, 25, warga Jalan Bajak II, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas dan SEH alias N, 25, warga Jalan Marindal III, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Sementara dua penadah yang turut diamankan yakni PDP alias D, 36, warga Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Medan Amplas dan OBA alias C, 42, warga Jalan Sejati, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

Dalam pengungkapan itu, petugas mengamankan barang bukti dua sepeda motor, masing-masing Yamaha Lexy BK 5117 AHY dan Honda Scoopy BK 3839 AFE. Kemudian kunci letter T, tali pinggang, baju, sendal dan uang tunai Rp300 ribu.

Kompol Arfin Fachreza kepada wartawan mengatakan, tersangka KR mencuri sepeda motor yang terparkir di Jalan Garu II, Kelurahan Harjosari I, Medan Amplas.

“Setelah berhasil mencuri, dia kemudian menjual sepeda motor itu kepada PDP alias D senilai Rp3 juta. Kemudian PDP kembali menjual sepeda motor itu senilai Rp4,8 juta kepada SIJO yang masih DPO,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka SEH alias M mencuri sepeda motor yang terparkir di Alfamart Jalan Sisingamangaraja, Kel. Harjosasi I, Medan Amplas bersama rekannya R yang masih DPO.

Setelah berhasil, mereka menjual sepeda motor tersebut kepada PDP seharga Rp4 juta.

“Lalu tersangka PDP kembali menjual sepeda motor itu kepada SIJO yang masih DPO senilai Rp4,5 juta,” sebut Arfin.

Tersangka SEH juga diketahui melakukan pencurian sepeda motor yang terparkir di depan panglong di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas, bersama rekannya RH (DPO). Sepeda motor itu lalu dijualnya kepada PDP senilai Rp3,8 juta.

“Kemudian tersangka PDP kembali menjual sepeda motor tersebut kepada OBA alias C seharga Rp5,3 juta,” sebutnya.

Kapolsek menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih memburu empat tersangka lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut. Adapun modus para tersangka, merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T saat korban lengah.

“Para tersangka pencurian akan dijerat pasal 363 (1) KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan. Sementara tersangka penadah kita sangkakan dengan pasal 481 (1),” ujarnya.

Salah satu tersangka ditanya, mengaku sudah empat kali melakukan pencurian sepeda motor.

Setiap beraksi dan menjual sepeda motor kepada penadah, uang tersebut kerap dia gunakan untuk bermain judi online dan memakai narkoba.

“Sudah empat (beraksi). Uangnya biasa saya gunakan untuk narkoba dan judi online,” ucapnya.(m10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2