Waspada
Waspada » Eks Napi Asimilasi Curanmor Ditembak
Medan

Eks Napi Asimilasi Curanmor Ditembak

TERSANGKA eks napi asimilasi saat menjalani perawatan akibat luka tembak di RS Bhayangkara Medan. Waspada/Ist
TERSANGKA eks napi asimilasi saat menjalani perawatan akibat luka tembak di RS Bhayangkara Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Eks napi asimilasi pelaku pencurian kendaraan bermotor atau curanmor ditembak Reskrim Polrestabes Medan, karena melakukan perlawanan saat ditangkap di Jl Serayu Medan Krio, Kec Sunggal.

Eks napi asimilasi curanmor yang ditembak diketahui berinsial IS alias Kotek, 30, warga Jl Sei Mencirim Payageli Sunggal.

Tersangka kemudian diboyong ke RS Bhayangkara Medan.

Polis juga menangkap teman tersangka MI, 32, warga Jl. Pertemuan, Kec. Medan Perjuangan namun tidak ditembak.

Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing didampingi Kanit Pidim AKP Ricky kepada wartawan, Kamis (2/7) mengatakan, penangkapan kedua tersangka bermula adanya laporan korban.

Yakni, Indri Wulandari, 31, yang kehilangan sepedamotor di rumahnya Dusun I Medan Krio, Kec Sunggal, Sabtu (20/6) dinihari.

Mendapatkan laporan, polisi melakukan penyelidikan. Tak lama berselang, pihaknya mendapatkan informasi adanya transaksi sepedamotor curian di Desa Payageli, Kec. Sunggal.

“Personel lalu turun ke lokasi dan membekuk tersangka MI di Desa Payageli,” katanya.

Dari pemeriksaan, tersangka MI mengaku yang berperan sebagai orang yang memantau pencurian.

“Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap tersangka utama, yang berperan masuk ke dalam rumah, pemetik dan eksekutor pencurian,” kata Martuasah.

Personel Pidum kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka Kotek dan Jumat (26/6) sore, polisi mendapati keberadaan tersangka di lapaknya mengisap sabu di Jl Serayu Medan Krio, Kec. Sunggal.

“Saat ditangkap tersangka mengakui melakukan pencurian dan digeledah ditemukan satu paket sabu yang baru dibelinya,” terang Kasat.

Dijelaskan Tobing, saat dilakukan pengembangan untuk mencari penadah, tersangka melakukan perlawanan.

Akibatnya, kedua kaki eks napi asimilasi ini ditembak.

“Tersangka tiga kali keluar masuk penjara, 2 kali kasus Narkoba, dan 1 kali kasus judi. Yang bersangkutan baru saja keluar mendapatkan program asimilasi pada Maret 2020,” jelas Tobing.

Turut diamankan barang bukti dari tersangka sepedamotor Honda Scoopy BK 5607 AIN milik korban, 1 paket sabu seharga Rp40 ribu, dan 1 unit iPhone 7 warna gold putih. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2