Waspada
Waspada » Eco Enzyme Tingkatkan Produksi Padi Organik Dan Disinfektan
Medan

Eco Enzyme Tingkatkan Produksi Padi Organik Dan Disinfektan

TIM dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian USU melakukan pengadian masyarakat di Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat, Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Waspada/ist
TIM dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian USU melakukan pengadian masyarakat di Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat, Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengadian masyarakat di Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat, Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak Juli 2020 hingga Oktober 2020.

Diketuai Dr Ir Yaya Hasanah, M Si, beranggotakan Dr Ir Hamidah Hanum, MP dan Dr Ir Lisa Mawarni, MP.

Tema kegiatan yakni “Pemanfaatan Eco Enzyme sebagai Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Produksi Padi Organik dan Desinfektan dalam Upaya untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.”

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang juga dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karang Anyar, Ruhaidi dan Ketua Kelompok Tani “Mekar Pasar Kawat”, Sukardi Ariyanto.

Desa Karang Anyar merupakan salah satu desa di Deli Serdang yang sangat rentan terdampak Covid-19 karena terletak sekitar 5 km dari Bandar Udara Internasional Kuala Namu.

Sebagaimana diketahui, bandara merupakan salah satu lokasi yang memungkinkan adanya carier virus, karena disinggahi manusia dari berbagai bangsa.

Pada sisi lain, Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat yang terdapat di Desa Karang Anyar juga mengupayakan padi organik.

Permasalahan yang timbul pada kedua sisi tersebut yaitu kekhawatiran masyarakat akan bahaya paparan Covid-19 dan permasalahan dalam peningkatan produksi padi organik yang mensyaratkan produk pertanian organik harus mempunyai atribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labeling attributes).

Beralihnya preferensi masyarakat ke arah gaya hidup sehat tersebut mengakibatkan pesatnya peningkatan permintaan bagi produk pertanian.

“Pada kegiatan ini. masyarakat diberikan informasi dan edukasi tentang eco enzyme dan cara pembuatannya, fungsi dan pemanfaatannya bagi kesehatan maupun pertanian,” ujar Dr Ir Yaya Hasanah, M Si.

Upaya mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya menggunakan cairan desinfektan berbasis limbah organik yang dikenal dengan nama eco enzyme, yang merupakan cairan fermentasi dari limbah organik buah, sayur, batang sayur, dan sampah organik lainnya yang sangat banyak manfaatnya.

Antara lain untuk pertanian (sebagai pupuk organik cair, pestisida nabati), kesehatan (sebagai desinfektan, cairan pembersih), rumah tangga (sebagai pengganti sabun mandi, pembersih lantai, obat kumur mulut).

Cara pembuatan eco enzyme sangat mudah; yakni mengumpulkan sisa kulit buah atau sayuran yang dicacah menjadi potongan kecil, kemudian dicampur gula dan air pada wadah plastik.

Perbandingannya 3:1:10 (sampah dapur, gula merah/molases dan air).

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu ruang.

Biarkan selama 3 bulan, dan buka setiap hari pada 2 minggu pertama, kemudian 2-3 hari sekali, lalu seminggu sekali.

Banyak gas akan dihasilkan pada minggu pertama. Setelah 3 bulan, saring eco enzyme menggunakan kain kasa atau saringan.

Residu eco enzyme dapat dimanfaatkan lagi untuk produksi eco enzyme baru dengan menambahkan sampah segar.

Cairan eco enzyme diyakini dapat mematikan virus berbahaya yang terdapat di udara, terbukti ramah lingkungan dan tidak membahayakan tubuh.

Selain itu juga mengandung enzyme protease, lipase dan amylase yang mampu membunuh pathogen.

Eco enzyme dapat berfungsi sebagai pupuk organik cair yang menyuburkan tanaman padi organik dan menjadi mata pencaharian penduduk di kelompok tani Mekar Pasar Kawat.

Hingga saat ini telah diusahakan 15 ha lahan untuk budidaya padi organik, dengan produktivitas gabah kering panen sekitar 7,5 ton/ha.

Bahkan, kelompok tani Mekar Pasar Kawat telah Lulus Sertifikasi Organik (LSO LeSOS) untuk padi dan palawija.

Campuran eco enzyme dengan air jika digunakan untuk menyiram tanaman akan meningkatkan hasil panen yang lebih baik dan mengusir serangga pengganggu.

Sedangkan, ampas sampah organik yang sudah difermentasi bisa digunakan sebagai pupuk organik yang baik.

Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan pembagian tangki plastik berkapasitas 50 liter dan molasses kepada masyarakat agar dapat mempraktikkan pembuatan eco enzyme.

Selaku ketua tim pengabdian, Dr Yaya mengucapkan terima kasih kepada kelompok tani Mekar Pasar Kawat yang telah ikut berpartisipasi dan mensukseskan acara hingga selesai. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2