Dua Terdakwa Ditangkap Saat Transaksi Narkoba

Dua Terdakwa Ditangkap Saat Transaksi Narkoba

  • Bagikan
SALAH seorang narapidana yang diamankan oleh petugas kepolisian karena memiliki sabu-sabu usai menjalani persidangan, Kamis (13/2) sore. Dua terdakwa ditangkap saat transaksi narkoba di PN Belawan. Waspada/Ist
SALAH seorang narapidana yang diamankan oleh petugas kepolisian karena memiliki sabu-sabu usai menjalani persidangan, Kamis (13/2) sore. Dua terdakwa ditangkap saat transaksi narkoba di PN Belawan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dua terdakwa berhasil ditangkap saat transaksi narkoba usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Belawan di Jl Selebes, Gang Pekong, Lingkungan 43, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (13/2) sekira pukul 17.00. Akibatnya, suasana di sana sempat heboh.

Dua terdakwa kasus Narkoba bernama Sakino dan Doni Tarigan ditangkap pegawai kejaksaan saat transaksi barang haram itu.

Keduanya kedapatan akan membawa narkoba jenis sabu-sabu ke dalam Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II Labuhan Deli, Kamis (13/2) sore.

Ceritanya, para narapidana akan dibawa ke dalam mobil tahanan. Sebelum dibawa, para terdakwa didata dan dikumpulkan di Aula Pengadilan Negeri Belawan.

Pada saat dikumpulkan,  seorang pegawai kejaksaan melihat Sakino menyerahkan kepada Doni Tarigan satu paket kecil narkoba jenis sabu-sabu.

Melihat itu, pegawai kejaksaan langsung memeriksa Doni Tarigan dan mendapatkan narkoba jenis sabu-sabu di badannya.

Para tamu di Pegadilan Negeri Belawan sempat dibuat geger melihat kenyataan ini, karena di Pengadilan Negeri saja para terdakwa bisa dengan mudahnya mendapatkan narkoba.

Anggota Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan yang kebetulan berada di Pengadilan Negeri Belawan, melihat kejadian itu langsung mengamankan kedua terdakwa, yang akan membawa narkoba jenis sabu ke dalam Rutan Kelas II Labuhan Deli.

Menurut anggota Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan yang dikonfirmasi di TKP diduga Narkoba jenis shabu itu dibawa oleh tamu kedua terdakwa.

Yandre,50, seorang warga Belawan yang menyaksikan itu, langsung memberikan komentar.

Ini akibat lemahnya pihak Pengadilan dalam mengawasan dan tidak dilakukan pengecekan terhadap badan sebagai bentuk identifikasi kepada setiap tamu yang berkunjung melihat terdakwa.

“Sebagai bentuk antisipasi kepada setiap tamu yang berkunjung harus dilakukan pemeriksaan,” harap Yandre. (h04)

  • Bagikan