Dua Terapis Nekat Konsumsi Sabu Paket Hemat

Dua Terapis Nekat Konsumsi Sabu Paket Hemat

  • Bagikan
TERDAKWA saat menjalani sidang online di PN Medan. Dua terapis pijat, Desy Rahmadani, 44, dan Tania, 36, terpaksa merasakan dinginnya sel penjara, karena nekat konsumsi sabu paket hemat. Waspada/Rama Andriawan.
TERDAKWA saat menjalani sidang online di PN Medan. Dua terapis pijat, Desy Rahmadani, 44, dan Tania, 36, terpaksa merasakan dinginnya sel penjara, karena nekat konsumsi sabu paket hemat. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Dua terapis pijat, Desy Rahmadani, 44, dan Tania, 36, terpaksa merasakan dinginnya sel penjara, karena nekat konsumsi sabu paket hemat.

Keduanya, yang sudah ditahan sejak Februari 2020 lalu, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (24/8).

Jaksa penuntut umum (JPU) Mariati Siboro mendakwa dua terapis  karena nekat konsumsi sabu paket hemat atau paket kecil, yang mereka beli seharga Rp50 ribu dengan cara patungan.

“Bermula pada hari Senin Februari 2020 sekira Pukul 13.00, terdakwa Desy Rahmadani dan terdakwa Tania sedang kepingin menggunakan narkotika sabu-sabu,” kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Mian Munthe.

Dilanjutkan,  setelah itu para terdakwa pergi membeli satu paket kecil narkotika sabu-sabu secara patungan di Jl Namogajah Kec. Medan Tuntungan.

Sabu itu, kata jaksa, mereka beli seharga Rp50 ribu. Para terdakwa masing-masing memberikan uang patungan sebesar Rp25 ribu.

“Setelah membeli sabu tersebut, terdakwa Desy Rahmadani memegangnya, sedangkan terdakwa Tania membawa sepeda motor.

Tepatnya, sekira pukul 14.00 seketika para terdakwa yang sedang berada di Jl Ladang Bambu Kel. Baru Ladang Bambu Kec. Medan Tuntungan Kota Medan, tiba-tiba diadang tiga pria menggunakan pakaian preman yang mengaku polisi dari Polsek Medan Baru.

Kemudian petugas polisi itu langsung menangkap para terdakwa.

Pada saat penangkapan tersebut ditemukan barang bukti satu paket kecil narkotika jenis sabu dari tangan Desy Rahmadani sebelah kiri.

“Langsung diakui bahwa barang bukti tersebut adalah milik para terdakwa, setelah itu para terdakwa diinterogasi dan para terdakwa akui satu paket kecil tersebut didapat dengan cara membeli dari seorang bandar,” urai jaksa.

Kedua terapis pijat tersebut mengaku, sabu itu untuk dikonsumsi atau dipergunakan secara bersama-sama.

Namun belum sempat dipergunakan para terdakwa karena sudah keburu ditangkap polisi.

“Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) Huruf a Undang-undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ucap jaksa. (m32).

 

  • Bagikan