Waspada
Waspada » Dua Pengedar Upal Ditangkap
Medan

Dua Pengedar Upal Ditangkap

DUA pengedar upal yang ditangkap Polsek Medan Barat. Waspada/Ist
DUA pengedar upal yang ditangkap Polsek Medan Barat. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dua pengedar upal (uang palsu) ditangkap Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Medan Barat di Jl Karya, Kec Medan Barat. Rabu (11/3).

Dua pengedar upal yang ditangkap itu berinsial P, 44, warga Jl Sekata, Kel. Karang Berombak, Kec. Medan Barat, dan HT alias M, 53 warga Jl. Karya, Kec. Medan Barat.

Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi adanya peredaran upal di seputaran Jl. Karya Medan Barat.

“Selanjutnya personel menggeledah rumah P di Jl Sekata dan ditemukan barang bukti upal pecahan Rp100 ribu sebanyak 19 lembar,” katanya.

Dari pemeriksaan terhadap tersangka diketahui kalau tersangka mendapati upal tersebut dari seorang pria berinisial HT alias M.

“Peran tersangka HT, yakni orang yang mencetak upal di rumahnya,” jelas Afdhal.

Atas penemuan barang bukti tersebut kedua tersangka kini mendekam di balik sel tahanan Polsek Medan Barat.

“Keduanya sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.

Waspada

Sementara itu, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat di Medan meminta masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu di tahun politik 2020.

Tahun 2020 Sumut termasuk provinsi yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada September 2020 mendatang.

Uang palsu ini bisa jadi ada keterkaitan dengan Pilkada, karena ada dugaan terjadinya money politics yang dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu.

Berdasarkan data Bank Indonesia perwakilan Sumut, selama tahun 2019 temuan uang palsu di Sumut sebanyak 7.052 lembar.
Temuan tertinggi yakni di Desember sebanyak 1.638 lembar menyusul Nopember sebanyak 1.078 lembar.
Selain Desember dan Nopember, temuan uang palsu September sebanyak 793 lembar, Oktober 687 lembar.
Kemudian disusuk Agustus 643 lembar, Juni 518 lembar, April 444 lembar.
Selanjutnya, Januari 419 lembar, Maret 362 lembar, Juli 209 lembar, Mei 130 lembar dan Februari 129 lembar.
Sementara Januari 2020, uang palsu ditemukan di provinsi ini sebanyak 1378 lembar.
Temuan uang palsu tersebut berasal dari hasil klarifikasi perbankan yang ada di Medan dan sekitarnya, yang melakukan setoran ke Bank Indonesia (BI). (m39)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2