Waspada
Waspada » Dua Nahkoda Kapal Asing Tersangka Illegal Fishing                                              
Medan

Dua Nahkoda Kapal Asing Tersangka Illegal Fishing                                              

PARA anak buah kapal dan ABK yang merupakan warga negara Indonesia bekerja di kapal asing saat ditanyai oleh pengurus organisasi nelayan di depan kantor PSDKP Belawan, Rabu (5/11). Dua nahkoda kapal asing tersangka illegal fishing.  Waspada/Andi Aria Tirtayasa
PARA anak buah kapal dan ABK yang merupakan warga negara Indonesia bekerja di kapal asing saat ditanyai oleh pengurus organisasi nelayan di depan kantor PSDKP Belawan, Rabu (5/11). Dua nahkoda kapal asing tersangka illegal fishing.  Waspada/Andi Aria Tirtayasa

BELAWAN (Waspada): Pasca penangkapan dua kapal ikan asing berbendera Malaysia oleh Kapal Patroli Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, dua nahkoda kapal ditetapkan sebagai tersangka kasus illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal).

“Dari delapan ABK yang diamankan, dua nahkoda kapal asing telah ditetapkan sebagai tersangka pencurian ikan (illegal fishing) di Selat Malaka,” ujar sumber Waspada di PSDKP Kementrian Kelautan Dan Perikanan Belawan, Rabu (5/11).

Pantauan Waspada, setelah memeriksa sejumlah anak buah kapal, penyidik PSDKP Belawan menetapkan dua nakhoda kapal asing berbendera Malaysia sebagai tersangka dan kini diamanakan di kantor PSDKP Belawan.

Dua kapal ikan asing tersebut kini diamankan di dermaga Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan di Jl. Khaidir Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan.

Kedua nakhoda dan enam ABK tersebut merupakan Warga Negara Indonesia asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara sebagai pekerja di kapal penangkapan ikan tersebut.

Salah seorang nakhoda yang diamankan mengaku terpaksa bekerja di kapal ikan asing karena tergiur gaji yang besar.

“Selama ini, saya menjadi nelayan dan penghasilannya kecil tak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Setelah saya  bekerja di luar negeri, gajinya besar,” ujar nakhoda tersebut kepada pengurus organisasi nelayan saat berada di kantor PSDKP Belawan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,  dua kapal ikan asing berbendera Malaysia di tangkap kapal pengawas milik Direktorat Jenderal PSDKP KP Hiu 01 Kementrian Kelautan dan Perikanan RI pada Sabtu  (31/10) sekira 08.10 WIB dan pukul: 08.25 WIB di perairan Selat Malaka karena melakukan ilegal fishing.

“Kapal Pengawas milik Direktorat Jenderal PSDKP KP. HIU 01 mengamankan dua unit kapal ikan asing berbendera Malaysia yang diduga melakukan tindak pidana Illegal Fishing,”  ujar Kepala Kantor Stasiun PSDKP Belawan, Andri F kepada wartawan, Senin (2/11).

Diserahkan Ke Kantor Stasiun PSDKP

Berkas perkara kedua kapal tersebut akan diserahkan pada Kantor Stasiun PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan) Belawan .

Adapun berkas perkara, tersebut  atas nama Nasrul Siregar ,39, dan Syahrial Panjaitan ,37, keduanya warga negara Indonesia.

Dijelaskan Andri, Nasrul Siregar  merupakan Nakhoda Kapal Ikan Asing berbendera Malaysia KM. PKFA. 9595 yang ditangkap KP. HIU 01  Sabtu ( 31/10) sekira pukul pukul: 8.10 WIB di Perairan ZEE Indonesia Selat Malaka dengan posisi 03 13, 005′ N – 100 37,581′ E.

Nakhoda tersebut ditangkap beserta 3 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia.

Sedangkan Syahrial Panjaitan   merupakan Nakhoda Kapal Ikan Asing berbendera Malaysia KM. PKFA 7435 yang ditangkap oleh KP. HIU 01  Sabtu (31/10) sekira pukul: 08.25 WIB di Perairan ZEE Indonesia Selat Malaka pada posisi 03 16, 008′ N – 100 34,503′ E,beserta 3 ABK nya yang juga berwarga negara Indonesia.

“Ke dua kapal tersebut di ad-hock ke Stasiun PSDKP Belawan dan  tiba di Belawan pada Minggu (1/11) malam sekitar pukul: 19.00 WIB dan diserahkan kepada tim penyidik untuk dilanjutkan pada proses hukum selanjutnya ” jelas Andri.(m27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2