Waspada
Waspada » Dua Anggota DPRA Jenguk Warga Aceh Di Polrestabes
Medan

Dua Anggota DPRA Jenguk Warga Aceh Di Polrestabes

DUA anggota DPRA Syafaruddin dan Wahyu Wahab jenguk tiga warga Aceh di Polrestabes Medan, Senin (10/2) sore. Waspada/Ist
DUA anggota DPRA Syafaruddin dan Wahyu Wahab jenguk tiga warga Aceh di Polrestabes Medan, Senin (10/2) sore. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dua anggota DPRA jenguk tiga warga Aceh di Polrestabes, Senin (10/2). Ketiga warga Aceh itu terlibat kasus perkelahian di Delicious Cafe-Mie Aceh, Pasar Baru, Kel. Titirantai, Medan Baru.

Dua  anggota DPRA yang jenguk warga Aceh di Polrestabes adalah Syafaruddin yang juga Wakil Ketua DPRA, dari Fraksi Gerindra dan Wahyu Wahab, Sekretaris Fraksi PKB-DPA DPRA .

Mereka, yang kini masih ditahan di ruang tahanan Polrestabes Medan adalah Mahyudi, 38, Mursalin, 32 dan Agus Salim, 32.

Ketiganya warga Aceh Pidie saat ini masih ditahan di ruang tahanan Polrestabes Medan, menunggu proses hukum lebih lanjut atas perkelahian, yang mengakibatkan korban Abadi Bangun, seorang mandor angkutan di Medan tewas.

Dua anggota DPRA ini merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moril dan diperkenankan bertemu di ruang Sat Reskrim Polrestabes Medan dengan ketiga warga Aceh, yang dijerat pasal 338 jonto 351 ayat 3 tersebut.

Wakil rakyat Provinsi Aceh ini meminta agar para tersangka, mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada penyidik Polrestabes Medan, karena berkeyakinan penanganan kasus akan dilakukan dengan cara profesional dan proporsional.

Setelah bersilaturrahmi, tanpa melakukan intervensi, kedua anggota legislatif tersebut berharap ketiganya mendapat keringanan dalam proses hukum atas berbagai pertimbangan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga di sekitar lokasi kejadian, termasuk informsi dari media, kami berkeyakinan ada keringanan untuk saudara kami ini.

Karena, selama bergaul tidak pernah berselisih dengan siapapun.

Bahkan korban, sudah berkali kali makan gratis dan kerap membuat keributan.

Tidak hanya di warung mereka saja, tetapi di warung lain juga.

“Jadi kami berharap, ketiganya nanti bisa mendapatkan keringanan dan lebih penting, kasus ini tidak dipolitisir ke persoalan lain, apalagi kasus SARA, tapi ini murni kriminal,” kata Syafaruddin.

Penyidik Kepolisian mereka juga mendapatkan informasi ketiganya tidak memiliki catatan kejahatan dan berkelakuan baik sejak ditangkap hingga saat ini.

“Jika ingin lari, ketiganya punya kesempatan itu. Tetapi ini tidak, mereka sadar telah berbuat salah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan tidak melarikan diri dan pasrah ditangkap Kepolisian. Kita berharap ketiganya tetap tegar menghadapi cobaan, begitu juga keluarga di kampung”, jelasnya.

Mereka juga menerima informasi dari para tersangka, mereka diperlakukan dengan baik selama masa penyelidikan dan penyidikan oleh tim Reskrim Polrestabes Medan.

Silaturahmi

Sebelum menjenguk ketiga tersangka, kedua anggota DPRA ini sempat bersilaturrahmi dengan Kapolrestabes Medan Kombes Pol JE. Isir dan Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak.

Kepada Kapolrestabes Medan, keduanya megucapkan terima kasih atas suasana kondusif di Kota Medan.

Sehingga masyarakat, termasuk warga Aceh, merasa aman untuk berinvestasi dan berusaha di Medan.

“Di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, banyak warga Aceh yang membuka usaha dan berinvestasi, mulai dari nilainya kecil, hingga yang besar,” katanya.

Suasana kondusif seperti ini tentu membuat mereka merasa aman untuk berinvestasi dan menjalankan bisnis mereka di Medan.

“Kami berharap ini terus ditingkatkan ke depan. Namun jika ada yang melakukan pelanggaran hukum, kami juga tidak menutup mata dan tentu harus ditindak dengan tegas,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan mengucapkan terima kasih atas dukungan dari DPRA untuk Polrestabes Medan.

“Untuk persoalan hukum yang timbul, tentu menjalankan tugas sesuai koridor hukum dan melihat perkara dari berbagai aspek,” jelas Kapolrestabes Medan. (m39)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2