Waspada
Waspada » Dr H Muhammad Basri MA: Dewan Hakim Juga Harus Lakukan Latihan
Medan

Dr H Muhammad Basri MA: Dewan Hakim Juga Harus Lakukan Latihan

Dr H Muhammad Basri MA dewan hakim Cabang Lomba 1 Juz Tilawah dan Hafalan Alquran 20 Juz. Dewan juga harus lakukan latihan. Waspada/Anum Saskia
Dr H Muhammad Basri MA dewan hakim Cabang Lomba 1 Juz Tilawah dan Hafalan Alquran 20 Juz. Dewan juga harus lakukan latihan. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Dr H Muhammad Basri MA (foto), saat ini dipercaya sebagai Dewan Hakim pada MTQ ke 54 Kota Medan dalam Cabang Lomba 1 Juz Tilawah dan Hafalan Alquran 20 Juz berlangsung di Asrama Haji Medan.

Hingga pelaksanaan babal final pada Minggu(21/3), dia mengaku masih tetap semangat dalam menjalankan tugas. Disebutkan, pengalaman sebagai Dewan Hakim di Kota Medan sejak tahun 2016 B bidang lagu dan suara.

Sedangkan penilaian bidang lagu ini ada 5 materi yang dinilai,yakni kesesuaian lagu pertama dan penutup. Jumlah lagu yang dibawakan. Peralihan, keutuhan dan tempo lagu. Irama dan gaya serta variasi. Sedangkan nilai maksim untuk bidang lagu adalah 25.

“Sedangkan bidang suara ada 5 materi yang dinilai yaitu, vokal dan keutuhan suara, kejernihan/kebeningan, kehalusan/kelembutan, kenyaringan, pengaturan nafas. Sedangkan nilai maksimal untuk bidang ini adalah 15,” ucapnya.

Saat ditanya apa beda MTQ tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah pada tahun ini di masa pandemi Covid 19, kata dia, memang sangat terasa perbedaannya.

Terutama mempersiapkan diri agar tetap sehat, karena hal ini sangat utama dalam menjalankan tugas.

“Apalagi saat bertugas kita menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan massa, jadi terasa kurang meriah, kurang semarak dan kurang enak. Semoga virus corona cepat berakhir ya Allah. Amin,” ungkapnya.

ASN yang bertugas sebagai dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan UIN SU Medan ini menambahkan, untuk jadi dewan hakim harus qari jika yang di nilai adalah lagu, suara, tajwid, fashah. bisa juga hafiz jika yang dinilai itu adalah tajwid, fashah dan bidang hafalan Alquran.

“Sedangkan MTQ ini banyak cabang yang diperlombakan, ada cabang karya tulis ilmiah misalnya atau kaligrafi tak perlu harus qari jurinya. Sebagai Dewan Hakim sudah tentu pernah mendapatkan pelatihan Dewan Hakim yang diadakan oleh LPTQ Kota Medan maupun LPTQ Provinsi Sumatera Utara,”ungkapnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2