Waspada
Waspada » DPRDSU Minta Kadisdik Usut Masalah PPDB
Medan

DPRDSU Minta Kadisdik Usut Masalah PPDB

ANGGOTA DPRD Sumut Mahyarudin Salim. DPRD Sumut minta Kadisdik usut masalah yang muncul berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Mahyarudin Salim. DPRD Sumut minta Kadisdik usut masalah yang muncul berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Mahyarudin Salim (foto) minta Kepala Dinas Pendidikan atau Kadisdik usut masalah yang muncul berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA.

“DPRDSU minta kadisdik dan jajarannya di kabupaten/kota untuk usut masalah PPDB,  terutama masalah surat keterangan (suket), ” kata Mahayaruddin kepada sejumlah wartawan, di Medan, Selasa (14/7).

Menurut anggota Komisi E ini, PPDB yang pendaftarannya dilakukan secara online terlihat menuai banyak masalah, termasuk surat keterangan domisi atau suket.

Dia menyampaikan hal itu pada RDP (Rapat Dengar Pendapat) Komisi E DPRDSU dengan Disdik Sumut, dipimpin Ketua Komisi E Dimas Tri Adji.

Dia juga mengomentari kedatangan 10 warga Kisaran yang mempertanyakan ketidaklulusan anak mereka di SMA 1.

Menurut Mahyaruddin, pihaknya menemukan banyak persoalan di dapil (daerah pemilihan) masing-masing.

Antara lain persoalan surat keterangan domisili menjadi permasalahan.

Dia berharap ada solusi terbaik yang dihasilkan, sehingga ke depan penerimaan PPDB Online tingkat SMA di Sumatera Utara semakin baik.

Sudah DIrespon

Sementara itu, usai RDP dengan Kadisdik dan jajarannya, 10 warga Kisaran mendatangi gedung DPRD Sumut terkait ketidaklulusan anak mereka di SMA 1 Kisaran.

Mereka akhirnya diterima untuk bertemu dengan Komisi E DPRD Sumut.

Terkait masalah ini, anggota Komisi E Mahyaruddin menjelaskan, keluhan 10 warga itu sudah direspon sebelumnya.

Itu dilakukan ketika dewan melakukan kunjungan kerja ke Asahan. Tapi tampaknya belum ada jalan keluar.

Politisi Golkar ini mensinyalir ada janji-janji Kacabdis Asahan Batubara yang terus diminta oleh para orangtua yang anaknya tak lulus.

“Kalau gak ada jangan diberi janji,” katanya.

Kacabdis Asahan Jumadi dikabarkan menjanjikan ada dua ruangan di SMA 1 yang memungkinkan untuk dijadikan ruangan tambahan bagi siswa yang tidak lulus.

“Kenyataanya, ruangan itu hanyalah labroratorium, dan belum ada persetujuan dari Disdik Sumut,” katanya.

“Itu yang tampaknya membuat orangtua siswa kesal, mereka tadi saya tengok berteriak-teriak meminta janji Jumadi soal ruangan di SMA 1,” ujar Mahyaruddin.

Jumadi sendiri ketika dikonfirmasi Waspada membenarkan ada dua ruangan untuk dijadikan tambahan kelas.

“Namanya berusaha, kita coba ternyata belum disetujui dipakai sebagai kelas baru,” katanya.

Sementara menyikapi keluhan 10 warga Asahan, Sekretaris PPDB Disdik Sumut, Saut Aritonang menjelaskan, berdasarkan aturan, siswa yang hanya mengupload data sekali.

Sementara diajurkan melakukan sekali lagi untuk pencocokan.

“Berdasarkan aturan itu pula, siswa yang tak lulus itu tidak melakukan hal yang dianjurkan, dan aplikasi tidak dilakukan siswa melainkan orangtua mereka, ” katanya.

“Jadi karena tidak diupload sususulan, mereka dianggap tidak lulus,” katanya.

Lalu setelah diperiksa melalui pemetaan udara, jarak lokasi siswa yang tak lulus, berbeda dengan keterangan yang diupload siswa.

Kemudian ada siswa yang tak lulus, melakukan pendaftaran di sekolah lain di jalur prestasi, setelah tak terpilih masuk PPDB.

“Jadi data uploadnya jelas berbeda-beda,” kata Saut. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2