Waspada
Waspada » DPRD Sumut Sesalkan Anggaran Banjir Dialihkan
Medan

DPRD Sumut Sesalkan Anggaran Banjir Dialihkan

ANGGOTA DPRD Sumut, M Aulia Rizki Aqsa ST. DPRD Sumut sesalkan anggaran untuk dana penanganan banjir di sejumlah kabupaten/kota di Sumut direfocusing untuk menangani pandemi Covid-19. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut, M Aulia Rizki Aqsa ST. DPRD Sumut sesalkan anggaran untuk dana penanganan banjir di sejumlah kabupaten/kota di Sumut direfocusing untuk menangani pandemi Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): DPRD Sumut sesalkan anggaran untuk dana penanganan banjir di sejumlah kabupaten/kota di Sumut direfocusing atau dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19.

DPRD Sumut sesalkan anggaran banjir dialihkan, karena tidak adil masalah kemanusiaan, dananya dipotong juga,

Hal ini disampaikan kata anggota DPRD Sumut, M Aulia Rizki Aqsa ST (foto) kepada Waspada, Selasa (23/6).

Dia merespon hasil Reses DPRD Sumut Daerah Pemilihan Sumut I yang menyampaikan paparannya dalam sidang paripurna DPRD Sumut terkait laporan reses Dapil I-12 di gedung dewan.

Sebanyak 12 dapil menyampaikan laporan resesnya pada sidang paripurna yang dihadiri Wagub Musa Rajekshah.

Menurut politisi Gerindra ini, anggaran yang di-refocusing dimaksud berasal dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut.

Refocusing yang diambil dari dana APBD Sumut dilakukan sebanyak tiga tahap, mulai April-Juni, Juli-September sampai Oktober-Desember.

Untuk tahap kedua dan ketiga yakni Juli-September dan Oktober-Desember 2020, Pemprov Sumut juga memproyeksikan alokasi anggaran masing-masing sebesar Rp500 Miliar.

Sehingga untuk penanganan Covid-19 keseluruhannya mencapai Rp1,5 triliun lebih dari hasil refocusing APBD 2020.

Refocusing anggaran tersebut antara lain berasal dari belanja langsung (penerimaan dari PAD), sehinga proyeksi pendapatan sebesar Rp4,9 triliun untuk APBD 2020 akan diarahkan untuk penanganan Covid-19.

Termasuk juga untuk dana alokasi umum (DAU), diproyeksi pengurangannya hingga Rp500 miliar.

Terganggu

Dengan pengurangan hampir 15 persen dari refocusing itu, pembangunan di Sumut menjadi agak terganggu.

“Di PSDA, yang kami sampaikan biaya untuk penanggulangan banjir telah mengalami pemotongan miliaran rupiah, yang sudah diprioritaskan pengerukan sejumlah sungai. Nah kita lihat kan, masih ada banjir akibat sungai yang meluap,” katanya.

Dia juga mengherankan kebijakan umum Gubsu yang mengalokasikan anggaran untuk renovasi kantor Gubsu belasan miliar.

Kemudian dua proyek Dishubsu Rp 36 M, masing-masing  pembangunan VIP bandara KNIA di Deli Serdang Rp 17 miliar, dan terminal Tipe B di Tanah Karo senilai Rp 19 miliar.

“Ini untuk apa, kan lebih baik diarahkan menanggulangi banjir. Kalau saya jadi Gubsu, penanganan banjir yang saya prioritaskan,” katanya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2