Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Walikota Batalkan Izin Tiang Reklame Di Jl Letjen S Parman
Medan

DPRD Sumut Minta Walikota Batalkan Izin Tiang Reklame Di Jl Letjen S Parman

TIANG reklame yang berada di Jl Letjen S Parman Medan, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah. Waspada/Ist
TIANG reklame yang berada di Jl Letjen S Parman Medan, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto meminta Walikota batalkan izin tiang reklame (billboard) yang berada di Jl Letjen S Parman Medan, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah, karena dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga.

“Kita minta Walikota batalkan izin tiang reklame itu karena warga juga takut bisa mengancam keselamatan mereka,” kata Rudy Hermanto kepada Waspada melalui pesan Whatsapp, Selasa malam (1/12).

Politisi PDI-P ini merespon surat tembusan keberatan warga yang disampaikan ke Fraksi PDI-P DPRD Sumut, yang diterima staf fraksi.

Surat yang dibubuhi tandatangan 7 warga Jl Letjen S Parman No 64 Kelurahan 64 lingkungan 8, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah, berisikan poin-poin keberatan atas pemasangan tiang reklame.

Di antaranya, warga merasa keberatan karena dikhawatirkan akan menimpa rumah warga serta akan membahayakan warga sekitar.

“Kehadiran tiang reklame juga memudahkan orang memanjat rumah warga yang ada di sekitarnya, sehingga dikhawatirkan terjadi kemalingan,” tulis surat yang diteken Aw Wen Chen, bersama enam warga lainnya — David Chung, Hermanto, Tiu Sian Lin, Azward Lubis SH, Safira Makmur dan Dharma Chandra.

Dalam surat yang dikirim ke Walikota Medan dan ditembuskan ke Gubsu dan Fraksi PDI-p DPRD Medan, mereka berharap berharap kepada pihak terkait agar segera melakukan penindakan.

Kajian

Merespon surat keberatan itu, anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto meminta dinas terkait untuk melakukan kajian terhadap benda, termasuk billboard yang akan dipasang.

“Sebab jika diabaikan, warga tentu saja merasa takut atau khawatir dengan tiang yang sangat besar dan mengancam keselamatan jiwa manusia,” ujar Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPRD Sumut ini.

Dijelaskan, ada beberapa contoh pembangunan tiang reklame yang terbaik dan tidak membahayakan. “Misalnya, menempel di dinding ruko dengan model konstruksi yang lebih bagus dan ramah lingkungan. “Sudah banyak yang model ini tanpa memakai tiang” katanya.

Terhadap tiang reklame yang dibangun seperti dikeluhkan warga Jl Letjen Suparman, Rudy menjelaskan, banyak contoh tiang reklame yang jatuh sudah banyak yang menimpa mobil.

Kendati demikian, Rudy berpendapat, faksinya menerima keberatan masyarakat dan mencari yang terbaik untuk semua, namun tetap mengingatkan peraturan yang dibuat untuk memasang tiang reklame hendaknya equal (adil) kepada semua pihak. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2