Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Sikat Habis Bandar Narkoba
Medan

DPRD Sumut Minta Sikat Habis Bandar Narkoba

ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD Sumut minta sikat habis bandar narkoba. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD Sumut minta sikat habis bandar narkoba. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar (foto) minta Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama petugas kepolisian untuk tidak hanya mengejar kalangan pemakai atau pengedar saja, tetapi juga harus sikat habis bandar besar narkoba yang selama ini terkesan dibiarkan merajalela.

“Kita berharap bandar besar narkoba disikat habis, karena dari merekalah narkoba berasal atau diperjualbelikan,” kata Rahim kepada Waspada, di Medan, Rabu (17/3).

Anggota dewan dari fraksi PKS itu merespon belum tuntasnya penyalahgunaan narkoba, yang salahsatunya karena tidak adanya tindakan tegas dan diskriminasi terhadap orang atau kelompok yang ditargetkan untuk ditangkap.

“Kasarnya, petugas pilih-pilih atau para pengedar saja yang diuber, sementara bandarnya bebas berkeliaran,” kata anggota dewan dari Dapil VII yang meliputi seluruh daerah di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Ketika menggelar sosialisasi peraturan daerah (sosper) di Padangsidempuan pekan lalu, Abdul Rahim minta BNN dan Kapolres bersama aparat terkait juga untuk tidak segan menindak oknum aparat atau petugas yang terlibat narkoba.

Langkah-langkah pencegahan itu merupakan bagian dari kegiatan Sosper Perda No 1 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya.

“Dalam kaitan ini, saya sebagai anggota legislatif turut memberikan pengawasan dalam pelaksanaan sosper tersebut,” katanya.

Tembak Mati

Menyinggung tentang bentuk tindakan tegas yang harus diambil aparat berwenang dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, Abdul Rahim berpendapat, orang-orang yang terlibat perlu ditembak mati.

“Ini supaya menimbulkan efek jera bagi semua pihak karena penyalahgunaan narkoba kini sudah berada dalam tahap mengkhawatirkan,” sebutnya.

Terkait dengan langkah BNN dalam mensinergiskan tugas di kabupaten/kota, Abdul Rahim menyarankan agar sarana dan prasarana dapat dibangun di daerah.

Dia mencontohkan di Tapsel saat ini membutuhkan rumah sakit rehabilitasi untuk penyalahgunaan narkoba, karena selama ini rehabilitasi harus ke daerah lain.

“Ini dimaksudkan agar penanggulangan narkoba dapat dilakukan secara konsisten, berkisinambungan, dan bersinergi dengan pemangku kepentingan khususnya di Tabagsel,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2