DPRD Sumut Minta Rumah Sakit Siagakan Crisis Centre

DPRD Sumut Minta Rumah Sakit Siagakan Crisis Centre

  • Bagikan
KETUA Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto. DPRD Sumut meminta rumah sakit siagakan Crisis Centre 24 jam guna mengantisipasi dan mencegah munculnya penyakit corona di daerah ini. Waspada/Partono Budy
KETUA Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto. DPRD Sumut meminta rumah sakit siagakan Crisis Centre 24 jam guna mengantisipasi dan mencegah munculnya penyakit corona di daerah ini. Waspada/Partono Budy

Medan (Waspada): DPRD Sumut minta rumah sakit siagakan Crisis Centre 24 jam guna mengantisipasi dan mencegah munculnya penyakit corona di daerah ini.

“DPRD Sumut minta rumah sakit siagakan crisis centre agar virus corona tidak menyebar ke mana-mana,” kata Ketua Komisi A Hendro Susanto di ruang dewan, Rabu (4/3).

Crisis centre dimaksud adalah pusat informasi yang nantinya berfungsi untuk mengeluarkan pernyataan pemerintah dari satu suara.

Ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di dalam masyarakat.

Selain crisis centre, rumah sakit juga diminta untuk menyiapkan ruang isolasi, yang berfungsi menerima pasien rujukan atau pasien yang dicurigai mengidap penyakit corona.

Dijelaskan Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut itu, fraksinya intens melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit.

Tujuannya agar penyakit yang diduga berasal dari Wuhan, Cina ini tidak membuat masyarakat resah.

“Tadi pagi saya sudah telepon Pak Bambang Prabowo (Direktur Utama RS Adam Malik). Beliau bilang sudah menyiapkan segalanya, termasuk crisis centre,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Pihak RS Adam Malik kini menyiapkan 11 ruang isolasi khusus pasien suspect corona.

Lebih Awal

Dengan kesiapan itu, Hendro optimis penanganan penyakit yang ditularkan virus corona dapat dicegah lebih awal.

Tetapi dia juga mengingatkan penyiagaan pusat krisis itu perlu dilakukan selama 24 jam, mengingat banyak orang yang tidak hanya melakukan pemeriksaan rutin.

Tetapi juga ingin tahu langkah-langkah pencegahan corona.

Menurut Hendro, selain rumah sakit vertikal Tipe A seperti di RS Adam Malik, crisis centre juga perlu disiagakan dan layanan tanggap darurat di rumah sakit umum pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Sumut.

Selain penyiagaan crisis centre, Hendro juga mengingatkan kepada para bupati/walikota di Sumut untuk mengajak warganya berperilaku hidup bersih.

“Ajak warga untuk mencuci tangan dengan bersih, dan mengonsumsi makanan yang sehat,” katanya.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak mengunjungi tempat yang dicurigai jadi sumber penyakit, termasuk corona. (cpb)

  • Bagikan