DPRD Sumut Minta Rektor Waspadai Bandar Edarkan Narkoba Di Kalangan Mahasiswa

DPRD Sumut Minta Rektor Waspadai Bandar Edarkan Narkoba Di Kalangan Mahasiswa

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Viktor Silaen. Dewan meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk bagi para rektor mewaspadai cara baru bandar narkoba untuk membuat korban kecanduan narkoba. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Viktor Silaen. Dewan meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk bagi para rektor mewaspadai cara baru bandar narkoba untuk membuat korban kecanduan narkoba. Waspada/Partono Budy


MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Viktor Silaen (foto) meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk bagi para rektor mewaspadai cara baru bandar narkoba untuk membuat korban kecanduan narkoba. Yakni dengan cara memasukkan ramuan ke minuman yang sudah mengandung narkoba, sehingga membuat korban akan mencari barang haram itu.

“Ini cara baru saya kira yang tidak disadari dan akhirnya korban terus mencari narkoba dengan cara apapun,” kata Viktor kepada Waspada di Medan, Selasa (12/10).

Anggota dewan dari Fraksi Golkar itu merespon aksi penggerebekan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut ke kampus USU Minggu lalu. Petugas menemukan para mahasiswa diduga mengonsumsi narkoba, yang diduga dipasok oleh oknum mahasiswi di universitas kebanggaan Sumut itu.

“Kita sangat sangat prihatin dengan peristiwa yang memalukan di bidang pendidikan, ini menandakan bahwa kita abai dengan situasi yang terjadi di lingkungan kampus,” kata Viktor.

Dengan situasi yang sudah mencoreng dunia pendidikan itu, Viktor berharap ke depan, semua pihak untuk lebih ekstra hati-hati guna mencegah penyalahgunaan narkoba terutama di lingkungan kampus.

“Ini bukan tugas BBN semata, tetapi kita semua, termasuk rektor, keluarga yang berperan penting mencegah anak-anak mereka terjauhi dari narkoba,” katanya.

Selain itu, Viktor berharap perlu dilakukan tes urin paling tidak setahun sekali di lingkungan kampus kepada seluruh komponen di kampus, mulai dari mahasiswa, staf, dosen bahkan rektor sekalipun.

Ini sejalan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 yakni salah satu upaya yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Indonesia bersama seluruh komponen bangsa adalah melaksanakan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“DPRD sudah mensosialisasikan itu tinggal kini kita lah semua termasuk rektor untuk ikut bersama pemerintah mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Nah, yang paling penting, lanjut Victor, kepada semua phak untuk mengawasi modus-modus baru peredaran narkoba yang dilakukan dengan berbagai cara. “Ini ada saya dengar, ada minuman yang sudah dicampur narkoba,yang sekilas tidak terlihat. Kalau ini masuk kantin kampus, maka tentu berbahaya. Karena kalau diminum, maka korban akan berusaha mencari dan mengonsumsi barang haram itu,” katanya.

Victor juga menyarankan agar rektor membuat kebijakan baru yang melarang mahasiswa untuk menggunakan alat telekomunikasi termasuk hp di kampus. “Telepon selular sangat berperan untuk melakukan perbuatan jahat, termasuk mungkin berkomunikasi mendapatkan narkoba,” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan