Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta PLN Gunakan EBT
Medan

DPRD Sumut Minta PLN Gunakan EBT

Anggota DPRD Sumut, HM Subandi ST. Waspada/Ist
Anggota DPRD Sumut, HM Subandi ST. Waspada/Ist

Medan (Waspada): DPRD Sumut minta PLN gunakan EBT (Energi Baru dan Terbarukan) sebagai pembangkit energi yang murah dan potensial di masa depan.

“DPRD Sumut minta PLN gunakan EBT, mengingat pembangkit ini cukup potensial, sehingga layak diprioritaskan sebagai solusi energi masa depan di Indonesia,” kata anggota DPRD Sumut, HM Subandi ST (foto) kepada Waspada, di Medan, Rabu (11/3).

Berdasarkan estimasi, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan EBT. Hingga kini, potensi EBT yang baru tergarap baru sebesar 2,3 persen atau 10,1 GigaWatt (GW) dari total potensi sebanyak 439 GW.

Dengan potensi besar dan yang tergarap relatif kecil, pemanfaatan EBT diharapkan juga dapat meninggalkan ketergantungan energi fosil dan batubara.

Energi fosil dan batubara yang selama ini digunakan, menurut Subandi, berdampak bagi lingkungan, dan membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Misalnya, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kita harus mengeluarkan investasi yang sangat besar dan biaya penanganan emisi,” katanya Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Sumut ini.

“Belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkannya,” jelasnya.

Pengusaha Besar

Anggota DPRD Sumut, HM Subandi ST mengherankan, sebagaian besar pemilik fosil dan batubara adalah pengusaha besar, dan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). “Tetapi kenapa ini yang dimaui PLN,” kata Subandi.

“Ini justru berbeda dengan energi terbarukan, yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan,” katanya.

“Seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi. Dari sudut investasi dan dampak lingkungan, EBT dinilai lebih kecil,” katanya.

Selain itu, pemilik EBT ini adalah pengusaha kecil, dan kalau terus didorong dan dimaksimalkan, bisa berdampak pada penambahan pajak daerah.

“Kalau kita berpikir efisiensi, kok pilih yang mahal,” kata Subandi.

Langkah efisiensi memanfaatkan EBT ini juga dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 4 Tahun 2020.

Beleid ini merupakan perubahan kedua atas Permen ESDM No. 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Peraturan ini mewajibkan PLN menyerap listrik yang dihasilkan dari energi EBT untuk mendukung berbagai pembangkit, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Dukungan pemanfaatan EBT juga disampaikan Nanang Basnawi, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA).

Menurutnya, energi terbarukan adalah masa depan energi Indonesia yang perlu dikembangkan dan dimaksimalkan pemanfaatannya.

“Segala usaha untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya yang berasal dari tenaga air, yang saat ini tergolong murah, harus didukung,” katanya.

Untuk itu, sebutnya, iklim usaha pengembangan tenaga air yang baik berupa pemanfaatan energi yang tersedia secara maksimal harus didukung dan dijaga oleh semua pihak terkait.

“Iklim usaha dan pemanfaatan energi yang maksimal akan mendorong percepatan pengembangan ET dengan sangat baik ke depan,” sambungnya.

“Langkah pembatasan produksi ET yang sudah sangat murah kontra produktif bagi investor dan perbankan lokal,” pungkas Nanang. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2