DPRD Sumut Minta Pertamina Tindak Mafia BBM

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Dedy Iskandar. Dedy meminta PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk menindak tegas ulah para mafia BBM yang diduga menjadi penyebab langkanya solar di daerah ini. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Dedy Iskandar. Dedy meminta PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk menindak tegas ulah para mafia BBM yang diduga menjadi penyebab langkanya solar di daerah ini. Waspada/Ist


MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Dedy Iskandar (foto), meminta PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk menindak tegas ulah para mafia BBM yang diduga menjadi penyebab langkanya solar di daerah ini.

“Kita mintalah Pertamina bekerja sama dengan Poldasu untuk menindak agen nakal hingga para mafia yang juga mencari keuntungan di balik langkanya BBM,” kata Dedy kepada Waspada melalui sambungan telepon dari Labuhanbatu, Selasa (12/10).

Anggota dewan dari Fraksi PKS itu merespon langkanya sejumlah BBM, termasuk solar di Sumut, selama sepekan terakhir, sehingga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar itu.

Menyikapi itu, Dedy menyebutkan, solar bukan hanya langka di Medan, tetapi juga sampai ke Jambi dan Lampung bahkan daerah lain di Sumatera.

“Ini saya baru dapat kabar dari teman-teman angkutan mereka sulit mendapatkan solar di perbatasan Lubukpakam, sehingga perjalanan mereka mengantarkan barang menjadi terganggu,” katanya.

Menurut Dedy, dengan kondisi itu, para supir truk harus menambah jadwal perjalanan mereka ke daerah tujuan.

“Supir truk bilang bahwa ada agen dan mafia yang bermain. Caranya, mereka menimbun bahan bakar sebelum akhirnya nanti dijual dengan harga tinggi,” katanya.

Minta Jatah

Selanjutnya, Dedy juga mendengar kabar bahwa ada kelompok preman yang minta jatah solar kepada Stasiun Pengisian Bahan  Bakar (SPBU) di daerah. “Mereka minta jatah 2 ton sebagai bentuk pengamanan, dan ini mengganggu stok minyak di tangki,” urai Dedy.

Karenanya, dengan kondisi keterbatasan BBM ini, Dedy berharap pemerintah melalui Pertamina harus bertindak tegas untuk mengatasi langkanya bahan bakar. “Kalau dibiarkan, kita khawatir akan terjadi gejolak. Utamanya yang perlu ditindak adalah spekulan, agen dan mafia dan preman. Ini selalu jadi masalah dari waktu ke waktu,” jelas Dedy.

Terpisah,  Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, pihaknya sudah menyediakan pasokan BBM dari Fuel Terminal (FT) Medan Group ke SPBU di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi aman hingga dua pekan ke depan. 

“Untuk solar solar mencapai 14 hari ke depan atau hingga akhir Oktober,” jelas  Taufikurachman, tanpa merinci alasan langkanya bahan bakar tersebut.  (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *