DPRD Sumut Minta Pemerintah Cari Solusi Permanen

  • Bagikan
SEKRETARIS Komisi B DPRD Sumut Ahmad Hadian (tiga kanan) ketika melakukan kunjungan ke UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar, Senin (17/1). Waspada/Ist
SEKRETARIS Komisi B DPRD Sumut Ahmad Hadian (tiga kanan) ketika melakukan kunjungan ke UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar, Senin (17/1). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Ahmad Hadian meminta pemerintah untuk mencari solusi permanen guna mengatasi mahalnya harga pupuk yang kini sudah mencapai angka tidak wajar.

“Pemerintah dalam hal ini jangan hanya seperti pemadam kebakaran yang bertindak sementara, namun harus memikirkan solusi permanen berjangka panjang guna mengatasi mahalnya harga pupuk,” kata Achmad Hadian kepada wartawan, di Medan, Senin (17/1).

Dia mengatakan hal itu usai melakukan kunjungan ke UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar.

Selain meninjau lapangan, Hadian juga berdiskusi secara intens bersama Kadis dan Kepala UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa Bahrul Jamil tentang bagaimana pemanfaatan UPT ini bagi industri pertanian padi kedepan.

Dari hasil penelusuran Sekretaris Fraksi PKS ini ternyata mahalnya harga pupuk ini diakibatkan oleh berkurang nya pasokan bahan baku pupuk kimia dari luar negeri disamping naiknya harga gas di pasaran. “Ini membuat harga pupuk menjadi sangat mahal,” katanya.

Oleh karena itu menurut Kang Hadian — demikian Ahmad Hadiah sering disapa — perlu segera diambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan-bahan baku pupuk kimia dari luar negeri.

“Cara yang harus ditempuh antara lain dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk secara bertahap mengalihkan penggunaan pupuk kimia / an organik kepada pupuk organik,” ujarnya.

Untuk menyukseskan program ini, Hadian berharap adanya kebijakan nasional dan regional dalam mengoptimalkan anggaran guna menyiapkan para petani.

Hadian meminta Dinas Tanaman Pangan kedepan agar lebih mengkonsentrasikan anggarannya untuk bantuan alat-alat pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan pupuk organik dan meningkatkan penyuluhan tentang pengolahan lahan pratanam agar petani mampu mengaplikasikan sistem organik ini pada proses budi daya.

Hadian juga secara khusus meminta Kepala UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa agar menjadikan Balai ini sebagai lahan percontohan penggunaan pupuk organik. Dengan demikian jika ada contoh nya diharapkan petani akan bersedia mengadopsi teknologi pupuk organik ini.

Penggunaan pupuk organik selain akan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk kimia yang bahan baku nya harus di impor dari luar negeri, juga akan menjadikan rakyat Indonesia lebih sehat, karena mengonsumsi hasil pertanian organik. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.