Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Masyarakat Jangan Takut Divaksin Covid-19
Medan

DPRD Sumut Minta Masyarakat Jangan Takut Divaksin Covid-19

KETUA DPRD Sumut Baskami Ginting. Dia minta masyarakat jangan takut divaksin Covid-19 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai Kamis (14/1). Waspada/Partono Budy
KETUA DPRD Sumut Baskami Ginting. Dia minta masyarakat jangan takut divaksin Covid-19 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai Kamis (14/1). Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting (foto) minta masyarakat jangan takut divaksin Covid-19 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai Kamis (14/1).  Adapun tujuannya untuk mencegah penularan dan penyebaran virus pandemi itu.

“Kita dukung program vaksinasi itu yang bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari penularan Covid-19,” kata Baskami pada temu pers di ruang dewan, Rabu (13/1).

Politisi PDI-P itu berpendapat, langkah pemerintah juga dimaksudkan untuk mempercepat penanggulangan pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun.

“Yang jelas, vaksin ini bukan membunuh, DPRD Sumut minta masyarakat diminta jangan takut divaksin Covid-19,” ujarnya menambahkan.

Sebagai langkah perdana, Presiden Jokowi kemarin telah menjalani suntik vaksin, dan di Sumut hari ini, Gubsu Edy Rahmayadi ikut vaksin disusul pimpinan DPRD Sumut.

“Kita ikut vaksin juga, tetapi saya mohon maaf tidak bisa ikut bukan karena tidak mau,” katanya.

Alasannya, lanjut Baskami, penyuntikan vaksin dibatasi pada usia maksimal 59 tahun, sedangkan dirinya sendiri sudah berusia 61 tahun.

“Nantinya, DPRD Sumut diwakili wakil ketua, Rahmansyah Sibarani,” sebutnya.

Enggan Divaksin

Meski digelar serentak hari Kamis (14//1), sejumlah anggota dewan Dedi Iskandar (PKS), Rony Situmorang (Nasdem), dan Zeira Salim Ritonga (PKB) malah enggan untuk divaksin dengan berbagai alasan.

Dedi Iskandar berpendapat, dirinya masih belum pulih dari kesehatannya sehingga memilih tidak ingin disuntik. “Selain itu, kita juga belum tahu persis, apakah vaksin ini manjur atau tidak,” dalihnya.

Senada, anggota dewan lainnya, Rony SItumorang mengibaratkan progam vaksinasi ini sebagai sebuah struktur bangunan yang sudah selesai, namun kalau runtuh belum tahu siapa yang bertanggung jawab.

“Saya belum bersedia, karena belum reliable (layak), karena tidak jelas siapa yang bertanggungjawab jika ada resiko kemudian,” sebutnya.

Hal yang sama pun diutarakan Zeira Salim Ritonga yang terang-terangan menyebut, vaksin jenis Sinovac buatan China belum teruji efektifitasnya pada tubuh manusia.

“Sehingga jangan sampai vaksin tersebut berefek yang berat pada kesehatan manusia,” sebut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dia juga menyoal statement anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning yang lebih memilih denda ketimbang disuntik.

“Ada benarnya juga pernyataan Ibu Ribka dan saya kira rekan-rekan di DPR RI juga khawatir terkait vaksin ini,” sebutnya.

Apalagi katanya, dalam pernyataan yang disampaikan Ribka dalam rapat dengar pendapat di DPR RI, bahwa vaksin tersebut masih dalam penelitian lebih lanjut.

Soal dirinya siap divaksin, Zeira secara diplomatis menyebut bersedia. “Tapi kita lihat dulu jika Presiden Jokowi yang divaksin untuk pertama kali aman tanpa menimbulkan efek negatif dan jenis vaksin juga harus sama,” katanya.

Kendati pihaknya berharap dukung program vaksinasi ini dan semua pihak melihat instruksi pemerintah terkait kemanan vaksin ini. (cpb)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2