Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Kepolisian Selidiki Pemukulan Buruh
Medan

DPRD Sumut Minta Kepolisian Selidiki Pemukulan Buruh

KETUA Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto merespon aksi para buruh yang berdemo di gedung dewan, Kamis (30/7). DPRD Sumut minta kepolisian selidiki pemukulan buruh di Serdang Bedagai. Waspada/Ist
KETUA Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto merespon aksi para buruh yang berdemo di gedung dewan, Kamis (30/7). DPRD Sumut minta kepolisian selidiki pemukulan buruh di Serdang Bedagai. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada):  DPRD Sumut minta kepolisian dan jajarannya selidiki tuntutan peserta aksi terkait dugaan pemukulan pada buruh di Serdang Begadai. Dewan juga akan follow up dan mencari info yang kejadian sebenarnya seperti apa.

Hal ini itu disampaikan anggota DPRD Sumut, Hendro Susanto di hadapan para buruh yang menggelar aksi demo di gedung dewan, Kamis (30/7).

Menurut Hendro, DPRD Sumut minta kepolisian selidiki pemukulan buruh dan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Puluhan buruh itu mengatasnamakan Solidaritas Pekerja Buruh Sumatera Utara (SPB-SU), yang menyampaikan menyampaikan peristiwa penganiayaan dan pemukulan.

Aksi ini diduga dilakukan gabungan kelompok tani terhadap rekannya Suprat Yoni dan Zainuddin Leo Sinaga yang bekerja sebagai buruh di Yayasan Apindo Sumut.

Kejadian penganiayaan dan pemukulan terhadap buruh Suprat Yoni dan Zainuddin Leo Sinaga terjadi di Dusun IV Desa Nagakisar Kec. Pantai Cermin, Senin 1 Juni 2020 sekitar 9.00.

“Kasus tersebut sudah dilaporkan dengan No. LP/33/VI/2020/SU/RES Sergai/Sek.Cermin, akan tetapi kita sayangkan proses penanganan dari penyidik Polres Serdang Bedagai terkesan lamban,” kata Koordinator Lapangan Bambang saat membaca pernyataan sikap SPB-SU.

Dia menduga ada upaya penyidik berpihak terhadap salahsatu kelompok tertentu,” kata Koordinator Lapangan Bambang saat membaca pernyataan sikap SPB-SU.

Menurutnya, dugaan terhadap penyidik Polres Serdang Bedagai lamban dan terkesan memihak bukan tanpa alasan.

Di mana saat ini Suprat Yoni dan Zainuddin Leo Sinaga yang jelas-jelas menjadi korban penganiayaan malas statusnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Tentunya ini menjadi tanda tanya kami,” katanya lagi.

Hentikan Kriminalisasi

Dalam pernyataan sikapnya, mereka mendesak kepada DPRD Sumut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap Pekerja Buruh CQ.

Terkhusus terhadap kasus A/n Suprat Yono dan Zainuddin Leo Sinaga buruh yang menjadi korban malah ditetapkan tersangka.

DPRD Sumut diminta mengusut tuntas peristiwa pemukulan/penganiayaan yang terjadi di Dusun IV Desa Nagakisar Kec. Pantai Cermin pada hari Senin 01 Juni 2020.

Di mana yang menjadi korban Suprat Yono dan Zainuddin Leo Sinaga.

Kemudian minta pertanggung jawaban pihak Polres Serdang Bedagai Cq. Penyidik Polres Serdang Bedagai yang menangani kasus pemukulan/penganiayan.

Penganiayaan ini diduga dilakukan sekelompok orang terhadap pekerja buruh A/n Suprat Yono dan Zainuddin terkesan lambat dan diduga ada upaya penyidik berpihak terhadap salah satu kelompok tertentu.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto menerima pernyataan sikap mereka untuk kemudian akan mengundang pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Selanjutnya, kata Hendro, masyarakat butuh keadilan. Jangan sampai ada oknum oknum dengan cara yang tidak sesuai, melakukan upaya upaya yang sesuai dengan hukum. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2