Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Gubsu Sikapi Warga Bahorok Digugat Soal Galian C
Medan

DPRD Sumut Minta Gubsu Sikapi Warga Bahorok Digugat Soal Galian C

ANGGOTA DPRD Sumut Rudy Alfahry Rangkuti. DPRD Sumut minta Gubsu sikapi warga Bahorok digugat Galian C. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Rudy Alfahry Rangkuti. DPRD Sumut minta Gubsu sikapi warga Bahorok digugat Galian C. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Rudy Alfahry Rangkuti (foto) meminta Gubsu Edy Rahmayadi menyikapi gugatan terhadap warga Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, terkait galian C di kawasan itu.

“Kita herankan warga di sana menolak galian C kok malah digugat pula oleh oknum yang diduga menguasai galian C di Bahorok,” kata Alfahry kepada Waspada, Rabu (31/3).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini merespon proses pengaduan yang diproses aparat kepolisian terhadap sejumlah warga Desa Timbang Lawan yang menolak kehadiran galian C yang diduga telah merusak jalan di Bahorok dan obyek wisata Bukit Lawang, di Langkat.

“Padahal Gubsu H Edy Rahmayadi sudah menginstruksikan kepada pihak terkait untuk menutup seluruh galian C di Langkat, khususnya di wilayah Langkat Hulu. Itu disampaikan Gubsu saat meninjau Wisata Bukit Lawang sekaligus menampung aspirasi masyarakat di Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, Minggu 14 Februari lalu,” kata anggota dewan Dapil XII, yang mencakup Binjai dan Langkat ini.

Anehnya, lanjut Alfahry, malah sebaliknya warga Timbang Lawan yang diproses hukum oleh aparat berwenang.

“Saya rasa ini terlalu cepat, harusnya ada mediasi dan upaya lain, karena warga hanya menyampaikan aspirasi galian C supaya ditutup,” katanya.

Kaji Ulang Izin Penggalian

Selanjutnya, warga minta mengkaji ulang izin penggalian yang diterbitkan agar Sungai Bahorok yang dimulai dari batas TNGL hingga ke pemukiman warga, dengan panjang sekitar 9,5 Km dapat terbebas dari galian C.
Akibat aktivitas galian C ini, lanjut Rahman, tanah-tanah warga tergerus erosi dan kebun sawit habis.

”Sekarang ini, sungai yang tadinya berpantai sudah bertebing. Bahkan sedikit demi sedikit tergerus dan jika dibiarkan tentunya menghabisi kebun-kebun warga,” bebernya.

Alfahry berharap Gubsu mengambil langkah dan kebijakan untuk menyikapi persoalan ini agar masyarakat tidak semakin tersiksa akbat jalan di kawasan tempat tinggal mereka hancur gara-gara dilalui truk pengangkut galian C yang melebihi tonase.

Terhadap galian C yang diduga ilegal, Alfahry tetap menegaskan komitmennya agar segera ditutup karena telah menimbulkan kerusakan lingkungan, bagi warga maupun sarana dan prasarana jalan.

Begitu juga dengan galian C yang memiliki izin, pihaknya meminta untuk dilakukan evaluasi, apakah kegiatan mereka telah berdampak pada lingkungan dan apakah memberi manfaat bagi masyarakat.

Alfahry mengherankan pemilik izin galian C yang bebas beroperasi di beberapa wilayah lain, meski hanya dibatasi satu wilayah.

Dia berharap Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut dapat menindak lanjuti persoalan tersebut. “Ini kan sudah salahi aturan, izin satu tapi bebas menggali galian C di tempat lain,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2