Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Dinkes Yakinkan Masyarakat Tidak Takut Divaksin Covid-19
Medan

DPRD Sumut Minta Dinkes Yakinkan Masyarakat Tidak Takut Divaksin Covid-19

KOMISI E DPRD Sumut menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Sumut. DPRD minta Dinkes yakinkan masyarakat tidak takut divaksin Covid-19. Waspada/Ist
KOMISI E DPRD Sumut menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Sumut. DPRD minta Dinkes yakinkan masyarakat tidak takut divaksin Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): DPRD Sumut meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut bersama jajarannya untuk terus yakinkan masyarakat agar tidak takut divaksin Covid-19. Dewan juga berharap jenis vaksin yang disuntikkan seluruhnya sama.

“Ini tugas berat Dinkes Sumut dan kabupaten/kota karena saat ini masih terdapat kontroversi di tengah masyarakat soal vaksin Covid-19,” kata anggota Komisi E DPRD Sumut, Mustafa Kamil.

Politisi NasDem itu menyampaikan pandangannya dalam rapat dengan Kadis Kesehatan, yang dihadiri dua Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa, Rahmansyah SIbarani, Wakil Ketua Komisi E, Hendra Cipta dan sejumlah anggota di ruang dewan, Kamis sore (21/1).

Hadir di sana Kadiskes Alwi Muhajit Hasibuan, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Penyakit Teguh Supriyadi dan staf.

Menurut Mustafa, upaya yang perlu ditempuh Dinas Kesehatan selain mensosialisasikan manfaat vaksin, juga dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

“Ini masih ditanggapi beragam, ada yang siap divaksin, tapi ada yang ragu, takut, cemas dan benar-benar tak mau divaksin karena khawatir,” katanya.

Senada, Wakil Ketua Komisi E Hendra Cipta, bersama dua anggota Panyabar Nakhe, dan Berkat Laoly minta kepada pemerintah melalui Dinas Kesehatan agar jenis vaksin yang nanti disuntikkan seluruhnya sama jenisnya.

Tidak Jadi Jaminan

Merespon pandangan dewan, Kadis Kesehatan Alwi Muhajit Hasibuan menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac buatan China iini tidaklah menjadi jaminan penerimanya terbebas dari virus pandemi itu.

“Namun perlu disampaikan virus ini telah diuji berulang-ulang dan dalam kandungannya terdapat cairan yang dapat mematikan virus, bukan melemahkan virus,” katanya.

Sehingga secara klinis dapat menguatkan stamina dan membentuk kekebalan tubuh penerima vaksin. “Nah tujuan vaksinasi ini seperti itu, agar masyarakat nantinya dapat produktif secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Seluruh vaksin yang disediakan adalah bertujuan mengurangi transmisi/penularan pandemi di Indonesia serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Terkait sosialisasi kepada penerima vaksin, Alwi menyebutkan sesuai Permenkes No 99/2020 tentang pelaksanaan vaksin, pihaknya bersama Dinkes Kabupaten/kota sudah menyampaikan bahwa penyuntikan ini tidak dipungut bayaran alias gratis.

Terkait jenis vaksin, Alwi menyebutkan, mulai dari yang disuntikkan kepada penerima pertama, yakni Presiden, Gubsu hingga aparat pemerintah di tingkat kecamatan seluruhnya sama.

“Itu kami sampaikan melalui webinar dengan dinkes di kabupaten, termasuk calon penerima vaksin. Begitu juga syarat kesehatannya, termasuk batasan umur kelompok penerima, yakni berusia 16 tahun hingga di bawah 60 tahun,” ujarnya.

Kelompok penerimanya juga ditunjuk berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No 99/2020 tentang pelaksanaan vaksin yang disampaikan melalui pesan whatsapp Blast.

“Jadi tidak semuanya, dan diseleksi, serta bergantung pada jumlah vaksin yang tersedia,” katanya.

Terhadap kelompok penerima berdasarkan Peraturan Menkes No 84/2020 pasal 8 pada poin e, bahwa tidak semua masyarakat divaksin. Mereka yang masuk dalam kelompok prioritas adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, ekonomi dan pelaku perekonomian.

Hal itu dibenarkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, Teguh Supriyadi. Kepada Waspada, dia menjelaskan selain kelompok prioritas yang berhadapan langsung dengan Covid-19, yakni tenaga medis dan guru, masyarakat yang divaksin adalah yang sudah terseleksi kesehatannya.

“Itu yang terus menerus kita sampaikan masyarakat agar mereka benar-benar faham dan tidak salah arti tentang Covid-19,” katanya.(cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2