DPRD Sumut Minta Bangun Tangki Timbun Cegah BBM Langka

DPRD Sumut Minta Bangun Tangki Timbun Cegah BBM Langka

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Komisi B DPRD Sumut, Dhody Thaher (foto) meminta pemerintah untuk memperbanyak tank timbun untuk menyimpan stok bahan bakar minyak. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kelangkaan BBM di Sumatera Utara.

“Tanki timbun sekarang hanya ada di Pangkalan Berandan, gak cukup nampung stok minyak, sehingga perlu dibangun di daerah lain,” kata Dhody kepada Waspada, di Medan, Senin (18/10).

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini merespon langkanya BBM, terutama Pertamax di sejumlah daerah di Sumut, yang diduga terjadi faktor cuaca, sehingga terjadi antrean kapal pengangkut di Singapura dan Malaysia.

Menyikapi itu, Dhody berpendapat, kenaikan harga minyak di pasar internasional cenderung lebih dominan mengapa kemudian PT Pertamina mengalami kendala menyuplai bahan bakar tersebut.

“Ini harga minyak sudah berkisar 83-84 dolar per barel, yang membuat Pertamina mengimpor secara terbatas pasoklan minyak ke Sumut. Itu artinya perusahaan plat merah ini tak mau ambil risiko, lebih-lebih untuk bahan bakar jenis biosolar dan Premium yang hingga kini disubsidi,” ujarnya.

Untuk mencegah terulangnya krisis minyak di Sumut, Dhody meminta Pemprovsu untuk memperbanyak tanki timbun sebagai tempat cadangan, bila terjadi kenaikan harga minyak atau terjadi kelangkaan.

“Saat ini, tanki timbun baru ada di Pangkalan Berandan, Sumut. Terus yang kita dengar perusahaan minyak Balongan, Indamayu, Jawa Barat mau dipindahkan ke Kualatanjung, Sumut,” katanya.

Menurut Dhody, pihak Balongan sudah meminta lahan 1.000 hektar dan sudah disiapkan. “Nah, kita belum dengar ini bagaimana kelanjutannya,” sebut Dhody.

Meringkas Waktu

Dijelaskan, kilang minyak yang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero) sudah mulai beroperasi tahun 1994, dengan sumber olahan berupa minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Propinsi Riau.

Melihat kedekatan jarak, maka Dhody berharap jika jadi beroperasi di Kualatanjung, maka kegiatan bisnis utama kilang berupa minyak mentah jadi produk BBM itu, dapat meringkas waktu.

“Hari Selasa (19/10), Komisi B bertemu mengundang PT Pertamina, dan saya pimpin langsung. Kita akan tanya nanti sejauh mana sudah progress pabrik Balongan itu, kita harap jadi dibangun di Sumut,” katanya.

Jika beroperasi, pabrik Balongan diperkirakan mampu menyimpan cadangan minyak selama 6 bulan. “Tidak seperti sekarang, 1-3 bulan habis, lalu impor lagi, nah kalau harga minyak dunia naik lagi, maka BBM akan langka lagi karena stok kita gak ada lagi,” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan