Waspada
Waspada » DPRD Sumut Harapkan Kapoldasu Seriusi Tiga Ancaman
Medan

DPRD Sumut Harapkan Kapoldasu Seriusi Tiga Ancaman

ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD Sumut meminta Kapoldasu seriusi tiga ancaman yang terjadi akhir ini dan sangat meresahkan masyarkat di Sumatera Utrara. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD Sumut meminta Kapoldasu seriusi tiga ancaman yang terjadi akhir ini dan sangat meresahkan masyarkat di Sumatera Utrara. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar (foto) meminta Kapoldasu seriusi tiga ancaman yang terjadi akhir ini dan sangat meresahkan masyarkat di Sumatera Utara.

“Tiga ancaman yang harus diseriusi kepolisian yaitu Narkoba, judi dan kriminalitas yang telah membuat masyarakat resah,” kata Abdul Rahim kepada Waspada di Medan, Jumat (18/6).

Anggota dewan dari fraksi PKS ini merespon langkah-langkah yang perlu diintensifkan bagi aparat penegak hukum, termasuk kepolisian menghadapi ancaman yang muncul di tengah masyarakat.

Abdul Rahim Siregar berharap ketiga ancaman tersebut di atas dapat menjadi “pekerjaan rumah” bagi Kapoldasu Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si yang merupakan putra daerah Sumut.

Sejak resmi menjabat 10 Maret 2021, Irjen Panca Putra telah melakukan berbagai upaya termasuk memberantas praktik judi, pengungkapan berbagai kasus narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

“Ini perlu kita apresiasi, namun terobosan beliau sebagai Kapoldasu sangat dinantikan masyarakat sumut,” sebut Abdul Rahim Siregar Anggota, anggota komisi A DPRD Sumut yang tupoksinya membidangi masalah pemerintahan.

Secara khusus, Abdul Rahim memberikan apresiasi khusus kepada Kapoldasu atas kegigihannya mengungkap daur ulang rapid test oleh sejumlah oknum di PT Kimia Farma belum lama ini.

Selanjutnya, apresiasi diberikan atas keberhasilan mengungkap jual beli Vaksi yanf seharusnya untuk penghuni lapas di Tanjunggusta.

“Pemberantasan berbagai bentuk judi di Sumut, termasuk penggerebekan praktik narkoba dan judi dik Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara,” katanya.

Ekspektasi kita juga diharapkan isa dilakuka ke daerah lain, meningat masalah narkoba, judi dan kriminalitas seperti mata rantai dengan berdampak serius bagi masyarakat.

Abdul Rahim Siregar yang acap kali dipanggil ARS dan berasal dari Dapil sumut 7, menyebutkan, pemicu kriminalitas di Sumut adalah Narkoba dan judi. “Ini harus menjadi prioritas Kapoldasu dan jajarannya sampai ke daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi A mengapresiasi kinerja Poldasu dan jajarannya yang proaktif untuk terus berantas judi di daerah ini. Dewan juga berharap semua pihak ikut bersama polisi untuk menangulangi praktik terlarang itu.

Naik

Dalam paparannya, Wakil Direktur Reskrimum, AKBP Faisal Napitupulu menyebutkan, periode tahun 2020, angka kriminalitas yang ditangani Ditreskrimum dan sejajaran Polda Sumut tercatat sebanyak 31.258 perkara.

Dari perkara tersebut, untuk penyelesaian perkara sebanyak 22.494 perkara, naik 20,35% dari penyelesaian tahun 2019.

Adapun pada periode bulan Januari 2021, angka kriminalitas Ditreskrimum dan sejajaran Polda Sumut tercatat sebanyak 2.482 perkara, dan dari perkara tersebut untuk penyelesaian perkara sebanyak 1.706 perkara naik 1,36%.

Terkait angka kejahatan perjudian di tahun 2020, Ditreskrimum dan sejajaran Poldasu telah menuntaskan penyelesaian perkara judi, yakni 348 perkara selama tahun 2020 atau 52,01% diselesaikan dibanding tahun 2019.

Sementara untuk angka kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) Poldasu telah menuntaskan penyelesaian perkara di tahun 2020, dengan mengalami kenaikan persentase 18,44% dibanding tahun 2019. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2