Waspada
Waspada » DPRD Medan Pertanyakan Kontrak Pembelian Beras Dinsos ke Bulog
Medan

DPRD Medan Pertanyakan Kontrak Pembelian Beras Dinsos ke Bulog

ANGGOTA Pansus Covid 19 DPRD Kota Medan, Aulia Rahman. DPRD Medan pertanyakan kontrak pembelian beras Dinsos ke Bulog. Waspada/Ist
ANGGOTA Pansus Covid 19 DPRD Kota Medan, Aulia Rahman. DPRD Medan pertanyakan kontrak pembelian beras Dinsos ke Bulog. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): DPRD Medan akan pertanyakan kontrak kerja pembelian beras Dinas Sosial atau Dinsos ke Perum Bulog.

DPRD Medan pertanyakan kontrak kerja pembelian beras Dinsos ke Bulog, terutama terkait terkait harga beras, anggaran bongkar muat dan ongkos angkut.

“Kita melalui Pansus Covid-19 DPRD Medan akan memanggil Dinsos untuk mengetahui detil perjanjian kontrak Pemko Medan dengan Bulog,” kata  anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Aulia Rahman (foto), kepada Waspada, Minggu (14/6).

Selama ini, Dinsos terlindungi oleh payung hukum dan yang bisa menjebol payung hukum itu adalah pansus,” lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, Perum Bulog Kantor Cabang Medan diduga menjual beras untuk bantuan Covid-19 dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada Dinsos Medan.

Beras tersebut akan diperuntukkan Bansos Pangan Tahap II kepada masyarakat, terkait penanganan Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada, Dinsos Medan membeli beras sebanyak 6.000 ton, dengan harga satuan Rp10.750 per kg ke Perum Bulog Cabang Medan.

Kemudian gula kristal putih 600 ton dengan harga satuan Rp12.500 per kg. Serta biaya pendistribusian sebesar Rp200 per kg.

Harga tersebut sesuai dengan surat penawaran penyediaan bahan pangan dari Perum Bulog Cabang Medan kepada Dinsos  Medan, dengan nomor B-108/02A00/05/2020 tertanggal 11 Mei 2020.

Dikatakan Aulia yang juga Ketua Komisi II DPRD Medan ini, pansus Covid-19 akan melihat draf kontrak Pemko Medan melalui Dinsos dengan Bulog.

Terutama tentang rincian pembelian beras dan gula untuk bansos.

“Kemarin kita pernah lihat draf kerjasamanya masih wajar, tapi apalah sudah disetujui Bulog kepada Dinsos tidak tahu,” katanyaa

“Itu karena draf yang ditunjukkan Dinsos ke DPRD masih draf, yang belum ditandatangani kedua pihak atau belum resmi,” ungkapnya.

Berpikir Positif

Terkait ketersediaan beras yang dibeli Bulog langsung ke petani, politisi Gerindra ini menyatakan akan berpikir positif dulu.

Pihaknya akan melakukan analisis ke masyarakat apakah beras yang telah dibagikan beras baru atau beras lama.

Meskipun sampai saat ini belum ada mendengar keluhan masyarakat terhadap kualitas beras.

Namun pihaknya bukan berarti hanya diam dan terus melakukan survei mencari fakta di lapangan.

Selain ke Dinas Sosial, lanjut Aulia, Pansus Covid 19 ini juga menargetkan pemanggilan ke Dinas Kesehatan, yang dinilai paling riskan.

Seperti dasar apa yang dipakai menentukan wilayah masuk zona merah.

Kemudian rujukan atau standar SOP seperti apa yang menyatakan pasien terjangkit covid 19.

“Karena kalau dari WHO menyatakan jenazah yang sudah terbujur kaku selama lebih dari 7 jam itu dinyatakan virusnya sudah mati,” ujarnya.

“Sehingga, dengan begitu alangkah baiknya pemakanan dilakukan oleh keluarga jenazah. Hal ini juga untuk menekan pembiayan penguburan yang dibebankan ke Pemko Medan,” rincinya.

Kemudian jangan semua pasien yang meninggal dinyatakan dengan mudah terjangkit Covid 19, tapi harus ada SOP nya agar anggaran tidak bocor kemana-mana.

Kondisi ini malah banyak menguntungkan pihak rumah sakit.

“Mereka tidak berani menjawab berapa anggaran yang sudah dipakai. Jangan ini menjadi monopoli dan akan kita pertanyakan pada dokter-dokter yang masuk dalam gugus tugas covid 19 Pemko Medan,” urainya.

Senada dikatakan Anggota Pansus Covid 19 lainnya, Sudari ST.

Menurut politisi PAN ini, Pansus akan segera memanggil Dinas Sosial untuk mengetahui secara rinci kontrak kerja, anggaran yang telah digunakan.

Kemudian data penerima Bansos dan kontrak pembelian beras dan gula ke Bulog Medan.

“Kalau kita tidak tahu kontraknya maka akan sulit kita mengkritisinya. Dalam minggu ini segera kita panggil Dinas Sosial,” tuturnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2