Waspada
Waspada » DPRD Sumut Minta Gubsu Bantu Petani Terdampak Erupsi Gunung Sinabung
Medan

DPRD Sumut Minta Gubsu Bantu Petani Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD minta Gubsu bantu petani terdampak erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. DPRD minta Gubsu bantu petani terdampak erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar (foto) minta Gubsu bantu para petani terdampak erupsi Gunung Sinabung, Berastagi, Kabupaten Karo. Gerak cepat ini dimaksudkan agar penderitaan para petani di sana tidak berkepanjangan.

“Saya prihatin, dan DPRD Sumut minta Gubsu bersama jajarannya bantu petani terdampak erupsi Gunung Sinabung sesegera mungkin,” ujar Abdul Rahim Siregar kepada Waspada, Sabtu (22/8).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespon kondisi terakhir para petani di empat kecamatan di Tanah Karo yang terdampak parah akibat semburan debu vulkanik yang terjadi 8 Agustus 2020 lalu.

Keempat kecamatan itu adalah  Namanteran, Merdeka, Dolat Rayat dan Berastagi, dengan kerusakan lahan berdasarkan informasi Pemkab Tanah Karo mencapai 1,483 hektar.

Dikabarkan selain  kerugian material yang berdasarkan hitungan sementara Rp 41,8 miliar, terdapat  23 jenis holtikultura, yang sudah siap mereka panen luluh-lantak oleh abu vulkanik.

Terhadap situasi yang memprihatinkan itu, Abdul Rahim meminta Gubsu  dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengantipasi dampak lanjutan.

Yakni, dengan mengalokasikan bantuan yang sangat dibutuhkan.

“Saya kira yang dibutuhkan sekarang adalah modal untuk petani,” katanya.

Ini dimaksudkan kegiatan pertanian dapat menggeliat kembali

Apalagi di tengah pandemi Covid-19,  Pemprovsu harus merespon cepat semua kejadian di Sumut.

Termasuk peristiwa alam erupsi kembali Gunung Sinabung, Tanah Karo,

Apresiasi

Terhadap langkah Gubsu bersama Forkopimda yang sudah meninjau lokasi bencana di Tanah Karo, Abdul Rahim memberi apresiasinya.

Namun, katanya, akan sangat berarti kalau masyarakat  di Karo juga diberikan bantuan, khususnya para petani.

“Bukankah Pemprovsu di APBD 2020 ada nomenklatur Belanja Tak Terduga, yang dapat dipertimbangkan untuk disalurkan kepada petani terdampak erupsi Gunung Sinabung,” katanya.

Di dalam APBD 2020, terdapat anggaran Belanja Tak Terduga sebesar Rp 30 miliar.

Berdasarkan Perda No 8 tahun 2019, tentang APBD 2020, khususnya Pasal 8 disebutkan, pemerintah dapat mengeluarkan anggaran yang belum tersedia.

Ini dapat diusulkan dalam R-APBD dan/atau disampaikan dalam laporan realisasi anggaran.

Ini berlaku untuk situasi untuk keadaan darurat dengan memenuhi 4 syarat.

Untuk erupsi Gunung Sinabung, hal ini sudah terpenuhi, karena memberi dampak signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihan ang disebabkan kejadian darurat.

Selain anggaran APBD, Abdul Rahim juga berharap ada langkah strategis yang harus dilakukan Gubsu.

Kemudian juga BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang dalam kondisi mengalami bencana alam. (cpb)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2