Waspada
Waspada » DPRD Medan Minta Polisi Minimalisir Begal
Medan

DPRD Medan Minta Polisi Minimalisir Begal

Ketua DPRD Medan Hasyim saat memberikan keterangan di Medan, Rabu (29/1). DPRD Medan minta polisi minimalisir begal. Waspada/Ist
Ketua DPRD Medan Hasyim saat memberikan keterangan di Medan, Rabu (29/1). DPRD Medan minta polisi minimalisir begal. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada) DPRD Medan minta polisi meningkatkan pengamanan di setiap kawasan kota untuk minimalisir begal yang masih sering terjadi bahkan merenggut korban jiwa.

“DPRD Medan minta polisi di jajaran Polrestabes untuk  minimalisir aksi begal yang masih sering terjadi bahkan hingga merenggut korban meninggal dunia,” kata Ketua DPRD Medan Hasyim di Medan, RaBU (29/1).

Menurut Hasyim, pengamanan harus ditingkatkan dengan cara melakukan patroli intensif, khususnya pada jam-jam rawan dan di lokasi sering terjadinya begal.

“Patroli harus kontiniu, jangan sesaat saja,” ujarnya.

Dikatakan Politisi PDIP ini, umumnya pelaku begal ini adalah pengkonsumsi narkoba yang memang tanpa rasa kasihan melakukan perampasan para korbannya.

“Karena sudah kecanduan, berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang membeli narkoba lagi,” yakinnya.

Kalau perlu, kata Hasyim, pihak kepolisian membuat tim pemberantas begal yang patroli 24 jam di seluruh sudut Kota Medan, sehingga memudahkan pelaku begal untuk ditangkap.

“Kalau perlu tembak langsung pelakunya. Biar ada efek jera bagi pelaku lainnya,” ucap Hasyim.

Selain itu, ia juga meminta Pemko Medan untuk mengaktifkan Siskamling yang sudah hampir punah di Kota Medan.

“Jangan hanya pos siskamling nya saja yang dibangun, tapi tidak ada petugasnya. Ini harus diaktifkan. Masyarakat berhak mendapatkan keamanan dan kenyamanan tinggal di Kota Medan ini,” tutur Hasyim.

Serius

Dalam sepekan terakhir, aksi begal kerap terjadi di Kota Medan. Aparat kepolisian serius mengatasi aksi yang meresahkan masyarakat ini.

Polsek Percut Seituan terus meningkatkan pengamanan dan melakukan patroli guna mencegah aksi begal. Kapolsek Percut Seituan, Aris Wibowo mengatakan, ada dua unit mobil patroli yang bergerak karena wilayah kami yang luas.

Menurut Aris, kejadian aksi begal tidak bertumpuk di satu lokasi di wilayah hukum Polsek Percut Seituan dan tempatnya tidak hanya di satu lokasi tapi tersebar.

Aris menyampaikan bahwa para petugas langsung bergerak saat ada laporan dari warga terkait adanya aksi kejahatan.

Rabu (22/1) lalu, empat begal yang beraksi di 26 lokasi di Medan, ditangkap polisi. Polisi mengembalikan ratusan barang hasil kejahatan keempat pelaku kepada korban. (cyn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2