DPRD Medan Dukung Langkah Wali Kota Benahi Dunia Pendidikan

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST. Waspada/ist
WAKIL Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): DPRD Kota Medan mendukung penuh langkah Wali Kota Medan Bobby Nasution yang ingin membenahi dunia pendidikan, khususnya dari sisi pemberantasan pungutan liar (Pungli) di Kota Medan.

“Faktanya memang, dunia pendidikan ini salah satu lingkungan yang paling sering terjadi pungli. Mirisnya kita, punglinya itu terstruktur dan menggunakan istilah-istilah yang mau tidak mau, orang tua siswa jadi wajib membayarnya,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST (foto), Selasa (22/6).

Dikatakannya, Komisi II DPRD Medan sudah terlalu sering mendapatkan aduan tentang penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan oleh oknum-oknum kepala sekolah.

“Guru honorer banyak yang mengaku belum dibayarkan upahnya, padahal Dana BOS sudah cair. Sekalinya dibayar hanya sebagian, padahal gaji mereka itu sangat kecil,” katanya.

Masalah seperti ini sudah sering terjadi, makanya pihaknya sangat mendukung kalau Wali Kota Medan memang mau membrantas pungli dan korupsi Dana BOS.

“Karena dengan begitu, kesejahteraan para guru pasti akan meningkat. Sejalan dengan itu, kualitas pendidikan juga ikut terdongkrak,” katanya.

Politisi PAN ini juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, untuk tidak main-main dalam menggunakan anggaran dan turut memberantas praktik-praktik pungli yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan.

Apalagi, praktik pungli di dunia pendidikan paling banyak terjadi pada penggunaan dana BOS.

“Dinas Pendidikan Kota Medan dan seluruh tenaga pendidik di Kota Medan tidak melakukan pungli dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan, Kepala Dinas Pendidikan jangan main-main masalah anggaran, ditengah pandemi ini anggaran sudah lah terbatas.

“Soal pungli di sekolah. Ini selalu saya ingatkan, jangan ada pungli di setiap struktur di jajaran Pemerintah Kota Medan, sampai paling bawah, apalagi masalah pendidikan,” katanya. (h01)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *