DPRD Kota Medan Terima Kunker DPRD Simalungun Dan Asahan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): DPRD Kota Medan menerima Kunjungan Kerja dari dua DPRD tingkat Kabupaten di Sumatera Utara di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, Rabu (1/12).

Adapun kedua DPRD tersebut, yakni DPRD Kabupaten Simalungun dan DPRD Kabupaten Asahan. Keduanya datang dalam waktu yang berbeda, dengan tujuan yang sama yaitu guna menambah wawasan mengenai APBD Tahun 2022.

Kedua DPRD diterima Kabag Umum DPRD Kota Medan M Ali Sipahutar, Kasubbag Humas dan Protokol Ridha Aini.

Dari DPRD Kabupaten Asahan, kunjungan kerja (kunker) dilakukan oleh Komisi A.

“Kami minta masukan dan saran kepada DPRD Medan yang diwakili seketariat DPRD Kota Medan mengenai Pembahasan APBD 2022 di Kota Medan” ucap Wakil Ketua Komisi A DPRD Asahan Yenni Manik.

Sedangkan dari Kabupaten Simalungun, kunker dilakukan oleh Komisi III. Koordinator Bidang Komisi III DPRD Kabupaten Simalungun Timbul Jaya H Sibarani, mengatakan kedatangan pihaknya tidak hanya ingin belajar tentang pembahasan APBD Tahun 2022, tetapi juga ingin berkonsultasi tentang referensi dalam kerjasama pemanfaatan aset atau barang milik daerah dan penyertaan modal ke perusahaan daerah, serta mengenai perijinan daerah.

“Kami selaku Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, dalam hal ini Komisi III DPRD Kabupaten Simalungun meminta masukannya terkait penyertaan modal dan perijinan daerah,” ujar Timbul.

Sementara itu, Kabag Umum DPRD Medan M Ali Sipahutar, menyambut baik kedatangan rombongan kedua DPRD tingkat Kabupaten tersebut. Terkait R-APBD Kota Medan Tahun 2022, mantan Camat Medan Denai tersebut menjelaskan bahwa DPRD Medan dan Pemko Medan baru saja mengesahkannya pada Selasa (30/11) lalu.

“Setelah Badan Anggaran DPRD Medan melakukan pembahasan dengan TAPD Pemko Medan, Alhamdulillah Selasa kemarin DPRD Medan baru saja mengesahkan APBD Kota Medan Tahun 2022 dengan nilai Rp6,673 Triliun,” katanya.

Saat itu, Ali Sipahutar juga menjelaskan bahwa Kota Medan merupakan salah satu kota dengan pusat pertumbuhan ekonomi utama di Indonesia.

Tak cuma itu, Kota Medan juga merupakan kota metropolitan dengan berbagai keragaman.

“Medan adalah kota multi etnis yang penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda. Meskipun begitu, semua perbedaan dapat hidup dengan damai di Kota Medan,” pungkasnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *