Waspada
Waspada » DPRD Harapkan PDAM Tirtanadi Rebut Pelanggan Sesuai Data BPS
Medan

DPRD Harapkan PDAM Tirtanadi Rebut Pelanggan Sesuai Data BPS

RAPAT dengar pendapat antara DPRD Sumut dan PDAM Tirtanadi, Senin (20/7). DPRD Sumut harapkan PDAM Tirtanadi rebut pelanggan secara maksimal dengan panduan jumlah penduduk dari BPS (Badan Pusat Statistik). Waspada/Partono Budy
RAPAT dengar pendapat antara DPRD Sumut dan PDAM Tirtanadi, Senin (20/7). DPRD Sumut harapkan PDAM Tirtanadi rebut pelanggan secara maksimal dengan panduan jumlah penduduk dari BPS (Badan Pusat Statistik). Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada):DPRD Sumut harapkan PDAM Tirtanadi rebut pelanggan secara maksimal dengan panduan jumlah penduduk dari BPS (Badan Pusat Statistik). Karena, saat ini jumlah pengguna air di perusahaan itu belum sebanding dengan jumlah penduduk di Medan.

DPRD harapkan PDAM Tirtanadi rebut pelanggan sesuai data BPS agar distribusi air merata di Kota Medan.

“Saat ini jumlah pelanggan tercatat 497.398, jauh dari 2,89 juta penduduk Kota Medan, dan 14 juta di Sumut, belum sampai separuh tercover PDAM,” kata anggota Komisi C, Delfin Barus, Senin (20/7).

Dia mengatakan hal itu pada rapat dengar pendapat dengan PDAM Tirtanadi, Ketua Komisi C Aji Karim.

Juga para anggota Rudy Hermanto, Benny SItohang, Timbul Sinaga, Iskandar SInaga, Yantoni Purba dan Delfi Barus.

PDAM dipimpin DIrektur Air Minum John Mulyadi dan jajarannya di ruang dewan. Hadir di sana,

Ini pertemuan pertama sejak Gubsu mencopot Trisno Sumantri sebagai direktur utama, akhir Juni lalu.

Terkait dengan minimnya jumlah pelanggan air minum, anggota Komisi C Delfin Barus meminta dengan serius agar BPJ jadi panduan untuk menargetkan tingkat pertambahan pengguna air.

“Saya prihatin ada warga yang lapor 30 tahun tak teraliri air bersih, sementara PDAM sendiri sudah berdiri sejak 114 tahun lalu,” katanya.

Harusnya, dengan usia lebih seratus tahun, PDAM sudah sudah meng-cover merata ke 21 kecamatan atau kabupaten/kota.

Politisi PDI-P itu juga mengingatkan PDAM agar mewaspadai pelanggan yang menggunakan dua pipa, namun yang rekening dibayar hanya satu pipa.

“Juga ada penambahan debit air di rumah bertingkat tanpa ada perubahan status dari R1 menjadi R2,” ujarnya.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan pencurian air makin tidak terkendalikan.

Ini  mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) di PDAM tercatat hanya 1.604 orang yang harus mengawasi 497.398 ribu pelanggan.

Artinya, 1 orang mengawas 300 lebih pelanggan yang dikhawatirkan memperbesar potensi kerugian dari segi pendapatan.

“Kemudian, kita melihat di masing-masing cabang banyak pegawai yang sudah bekerja lebih 30 tahun tanpa adanya rotasi,” katanya.

Hal ini sangat memungkinkan terjadinya berbagai tindak kecurangan.

Belum Semua Penduduk Peroleh AIr

Terhadap hal ini, DIrektur Air Minum PDAM Tirtanadi mengatakan, pihaknya mengakui saat ini belum semua penduduk di Kota Medan dan Sumut memperoleh air bersih.

“Itu terjadi jumlah debit air mengalami kekurangan. Sedang kita jajaki kemungkinan penambahan aliran air di Sungai Bingei, Binjai,” katanya.

“Saat ini, pelanggan yang tercover dari data penduduk BPS baru sekitar 69%, dan tahun 2024, kita proyeksikan jumlahnya mencapai 80% sesuai dengan kapasitas ketersediaan air,” katanya.

Terkait jumlah SDM, dan pegawai yang sudah lebih 30 tahun bertugas di cabang-cabang, Direktur AIr Minum John Mulyadi kepada Waspada mengatakan, pihaknya sudah melakukan rotasi, dan sebagian ada yang pensiun.

Untuk mendapatkan pegawai baru, pihaknya sudah bekerja sama dengan USU untuk mengetahui analisis kompetensi sesuai dengan kapasitas air di PDAM. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2