DPRD Desak Pertamina Hindari Kekosongan BBM

DPRD Desak Pertamina Hindari Kekosongan BBM

  • Bagikan
WAKIL Ketua Komisi B DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga. DPRD desak Pertamina hindari kekosongan BBM. Waspada/Partono Budy
WAKIL Ketua Komisi B DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga. DPRD desak Pertamina hindari kekosongan BBM. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): DPRD Sumut meminta PT Pertamina Sumbagut tidak membiarkan kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) terlalu lama di seluruh SPBU di wilayah kerjanya. Ini dimaksudkan agar tidak muncul keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita juga minta Pertamina cermat mengetahui tingkat pasokan BBM yang disalurkan dan terus memonitor kebutuhan distrubusi ke seluruh agen agar dapat diantisipasi jika terjadi kelangkaan,” kata Wakil Ketua Komisi B Zeira Salim Ritonga (foto) kepada Waspada di Medan, Rabu (13/10).

Anggota dewan dari Fraksi Nusantara itu merespon langkanya sejumlah BBM di Sumut, sehingga secara ekonomis masyarakat dirugikan.

“Masyarakat saya kira pasti menduga-duga, ini ada apa, kok kosong BBM. Jangan ada pemikiran yang negatif,” sebut Zeira.

Kemudian, aktifitas mereka menjadi tertunda dan di sejumlah SPBU terlihat antrian panjang di SPBU karena mereka mendengar kabar tangki minyak dalam perjalanan, sehingga mengganggu pengguna jalan.

“Ini harusnya diantisipasi jauh hari, apa penyebabnya, dan bagaimana mengantisipasinya. Jangan dibiarkan kosong berhari-hari. Kalau kemudian diketahui penyebabnya karena konsumsi meningkat akibat banyak membeli BBM terkait situasi Covid-19 yang melanda, harus ada rencana kontijensi (cadangan),” katanya.

Kalau situasinya begini terus, Komisi B akan mengundang Pertamina untuk mendapatkan update dan solusi terkait upaya yang ditempuh mengatasi kelangkaan BBM.

Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Komisi B yang tupoksinya membidangi sumber daya mineral mendesak Pemprovsu harus benar-benar mendesak PT pertamina agar persoalan kelangkaan BBM dapat segera diatasi.

Penurunan Level

Terpisah, Staf Communication Relation dan CSR Sumbagut PT Pertamina Para Niaga, Haris Anza mengakui bahwa kelangkaan BBM yang dimaksud sudah terjadi selama sepekan.

Ia menyebutkan bahwa kelangkaan BBM jenis Pertalite disebabkan faktor kenaikan konsumsi masyarakat yang disinyalir akibat penurunan level PPKM di Sumatera Utara.

“Terjadi peningkatan konsumsi 9 persen untuk jenis Pertalite dan Pertamax dan 10 persen untuk pemakaian Solar dan Dex Series. Selain itu, ada juga kendala dari distribusi kapal tanker Pertamina yang sulit sandar akibat cuaca buruk di laut,” jelas Haris dalam keterangan persnya, Kamis (7/10/2021).

Saat ini, disebutkan Haris, pihaknya sudah mulai melakukan proses distribusi ke daerah-daerah yang mengalami kelangkaan BBM, khususnya SPBU wilayah Deli Serdang. Pendistribusian sudah mulai dilakukan dan optimalisasi mobil tangki juga sudah dikerjakan. (cpb)

  • Bagikan