Waspada
Waspada » DPRD Desak Angkasa Pura II Perketat Pengawasan
Medan

DPRD Desak Angkasa Pura II Perketat Pengawasan

ANGGOTA Komisi A DPRD Sumut, M Subandi. DPRD desak Angkasa Pura II untuk perketat pengawasan guna mencegah penyebaran virus corona. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi A DPRD Sumut, M Subandi. DPRD desak Angkasa Pura II untuk perketat pengawasan guna mencegah penyebaran virus corona. Waspada/Ist

Medan (Waspada): DPRD desak Angkasa Pura II perketat pengawasan lalu lintas barang dan manusia guna cegah penyebaran virus corona.

“DPRD desak Angkasa Pura II perketat pengawasan untuk cegah virus corona yang penyebarannya sudah sampai ke Indonesia,” kata anggota Komisi A, H Muhammad Subandi, ST kepada Waspada, di Medan, Selasa (3/3).

Politisi Gerindra ini menegaskan, PT Angkasa Pura II yang diberi tugas mengelola Bandara Kualanamu dan daerah lainnya Sumut perlu mermpeketat pengawasan, dengan menambah lagi alat pendeteksi dini yang lebih canggih.

“Tujuannya, biar cepat diketahui apakah seseorang atau barang yang diperiksa terindikasi virus dengan sandi COVID-19,” ujarnya.

Komisi A DPRD Sumut, yang cakupan tugasnya di bidang pemerintahan, menurut Subandi, terkejut sekaligus prihatin dengan diumumkannya dua warga Depok, Jawa Barat teridap corona.

“Jadi saya kira menjadi sangat penting kemudian, pengawasan di bandara menjadi perlu dilakukan, termasuk bandara, karena ini menjadi pintu gerbang ke Sumatera Utara,” katanya.

Selaku operator Bandar Udara di Bandara Internasional Kualanamu, PT Angkasa Pura II (Persero) bersama seluruh stakeholder harus mencari langkah yang tepat menangani virus yang membahayakan bagi kesehatan manusia itu.

Stakeholder PT Angkasa Pura II mencakup Otoritas Will 2 Bandara, Kantor Imigrasi, Karantina, Kepolisian, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Pemeriksaan Menyeluruh

Lebih-lebih, banyak warga Medan yang bepergian dari dan ke Wuhan, Cina dan menggunakan Kualanamu sebagai bandara keberangkatan.

“Tidak boleh main-main, harus ada pemeriksaan menyeluruh,” katanya.

Virus corona telah menyebar hingga ke lebih dari 60 negara.

Hingga Senin (2/3/2020) pukul 09.00 WIB, jumlah kasus virus corona COVID-19 mencapai 88.382.

Dengan jumlah kasus terbanyak di Cina 79.826 dan di Korea Selatan dengan jumlah 3.736 kasus.

Selama sebulan ini, menurut Subandi pengawasan di Bandara Kualanamun tereksan biasa-biasa saja.

“Waktu saya berangkat dari Kualanamu ke Kalimantan bersama Komisi A, saya melihat pengamanan tidak maksimal,” katanya.

“Banyak orang yang masuk ke ruang kedatangan, sehingga kelihatan kayak pasar,” katanya.

Tidak sampai di situ, mobil sewa yang menawarkan jasa, berhenti di tempat jemputan sambil menawarkan jasa.

Sehingga mengganggu arus jalur ke luar masuk penumpang.

Sebelumnya, Djodi Prasetyo, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II mengatakan, komunikasi dan koordinasi intensif dilakukan untuk mencegah virus corona.

Fasilitas di KNIA juga telah dilengkapi berbagai sarana untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Selain thermal scanner, juga terdapat thermo gun, kapsul isolasi, hingga lebih banyak hand sanitizer dan pembagian masker secara berkala.

Rencana kontingensi apabila terdapat penumpang pesawat yang terdeteksi terjangkit COVID-19 pun sudah disiapkan.

“Kami memastikan seluruh pemeriksaan penumpang yang baru tiba dari luar negeri akan melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan dibagi dalam beberapa lajur,” katanya.

Maskapai juga akan menginformasikan kepada penumpang mengenai keharusan mengisi Health Alert Card,” atau kartu siaga kesehatan,” jelas Djodi. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2