Dosen USU Edukasi Anggota Karang Taruna Tentang Public Speaking  

Dosen USU Edukasi Anggota Karang Taruna Tentang Public Speaking  

  • Bagikan
Dosen USU diabadikan bersama para  anggota Karang Taruna usai pelatihan Public Speaking.  Waspada/ist
Dosen USU diabadikan bersama para  anggota Karang Taruna usai pelatihan Public Speaking.  Waspada/ist

MEDAN (Waspada):  Sebagai salah satu kewajiban sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi, dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pelatihan wicara publik (public speaking).

Kegiatan itu digelar Prof Dr Humaizi, MA dan Prof Dr R Hamdani Harahap dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU.

Ia didampingi Muhammad Yusuf, MA, dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU dan mahasiswa. Pelatihan berlangsung,  Sabtu (7/8) di Aula Kantor Desa Karang Rejo, Stabat, Kabupaten Langkat.

Prof Dr Humaizi, MA,  Ketua Tim Professor Mengabdi menyatakan, dalam era revolusi industri dan digitalisasi saat ini, kemampuan wicara publik menjadi hal yang esensial.

Kemampuan public speaking dapat diaplikasikan dalam berbagai momen yang tentunya membutuhkan latihan dan pengalaman agar dalam proses penyampaiannya lancar, tidak grogi atau kagok sehingga pesan dapat tersampaikan kepada khalayak yang mendengar.

Dalam paparannya, Prof Humaizi yang juga profesor bidang komunikasi massa FISIP USU ini menjelaskan, bahwa kemampuan public speaking ini jika sering dilatih pasti akan lancar. Tak kalah pentingnya adalah keberanian.

Beliau menambahkan, tentang pentingnya memahami audience dan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman makna. Beliau juga memotivasi peserta untuk terus mengembangkan diri, belajar, dan memiliki niat yang baik.

Pembicara kedua, Patrial Olivert Zega, SPd, yang juga merupakan mahasiswa magister Bahasa Inggris USU dan Duta Bahasa Sumatera Utara tahun 2018, menjelaskan pentingnya memahami konteks dan dinamika dalam public speaking. Ia juga memberikan contoh-contoh secara santai ala anak muda.

“Bahasa tubuh, penguasaan panggung, serta kontak mata merupakan hal penting untuk kita kuasai dan pelajari,” sebut Patrial.

Nurhaliza, yang merupakan Mahasiswa Berprestasi Utama II USU tahun 2021 menjelaskan, aktivitas wicara publik di sosial media seperti yang dilakoni para youtuber dan tik-tokers.

Selain itu, ia juga menjelaskan kondisi-kondisi di sekitarnya, serta pengalaman dirinya sendiri dalam meningkatkan kemampuan wicara publik.

“Wicara publik atau aktivitas berbicara di depan umum ini, bisa kita kuasai dengan cara berlatih. Jangan berputus asa jika saat ini belum bisa, lakukan secara perlahan, tumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa tidak ada kemampuan yang tidak bisa dikuasai. Maka dari itu, kita sama-sama harus terus berusaha dan belajar” kata Nurhaliza.

Meski menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan anggota Karang Taruna Desa Karang Rejo yang kebanyakan adalah remaja belasan tahun.

Kegiatan ini diakhiri dengan apresiasi dan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Kepala Desa Karang Rejo. Ia mengatakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini terus ada yaa. Tidak hanya menambah wawasan tetapi juga memotivasi kita, terutama untuk anak-anak muda desa Karang Rejo” ujarnya.

Heri Setyawan, SPd, Ketua Karang Taruna Desa Karang Rejo, juga mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian USU.“Terima kasih atas kepedulian USU kepada anggota karang taruna kita. Semoga dengan adanya kegiatan ini, anggota kita berani tampil bicara di depan publik dan menjadi contoh yang baik bagi rekan dan adik-adik remaja lainnya”, tutup Heri.(m19)

  • Bagikan