Dosen FISIP USU Edukasi Kaum Disabilitas Tunanetra

Dosen FISIP USU Edukasi Kaum Disabilitas Tunanetra

  • Bagikan
TIM pengabdian Dosen FISIP USU, Dr Harmona Daulay, MSi pada acara “Sosialisasi, Penyadaran dan Internalisasi Kesetaraan dan Keadilan Gender pada Keluarga Difabel Tunanetra di Lingkungan Pertuni Sumatera Utara”. Waspada/ist
TIM pengabdian Dosen FISIP USU, Dr Harmona Daulay, MSi pada acara “Sosialisasi, Penyadaran dan Internalisasi Kesetaraan dan Keadilan Gender pada Keluarga Difabel Tunanetra di Lingkungan Pertuni Sumatera Utara”. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengabdian masyarakat kepada kaum disabilitas tunanetra. Kegiatan itu berlangsung, 24 Agustus 2021 di kantor Persatuan Tunanetra (Pertuni) provinsi Sumatera Utara di Jl. Sampul No 30 Medan.

Pengabdian masyarakat ini mengambil judul “Sosialisasi, Penyadaran dan Internalisasi Kesetaraan dan Keadilan Gender pada Keluarga Difabel Tunanetra di Lingkungan Pertuni Sumatera Utara” .Tim pengabdian FISIP USU yakni, Dr Harmona Daulay, M.Si, Drs. T.Ilham Saladin, MSP, Drs. Muba Simanihuruk, M.Si dan Rahman Malik, S.Sos, M.Sos.

Dr Harmona Daulay, M.Si mengatakan, kegiatan ini memberikan sosialisasi dan penyadaran konsep gender dan permasalahan patriarki sehingga dengan memberikan mereka wawasan dan kesadaran yang nantinya akan menjadi internalisasi nilai dan terwujud dalam praktik kesetaraan gender yang baik sehingga perwujudan relasi gender yang adil akan bisa segera terwujud.

“Hal ini menjadi penting karena keterbatasan informasi, akses dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam pengabdian masyarakat kepada tunanetra ini untuk memberikan sensitivitas dan kesadaran kesetaraan dan keadilan gender pada mereka,” katanya.

Pemahaman Prespektif

Acara tersebut dihadiri 30 para kaum tunanetra baik laki-laki maupun perempuan dan para staf di Pertuni Sumut serta tim pengabdian masyarakat.

Pelaksanaan acara dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer dan peserta semua menggunakan masker.

Katanya, pelaksanaan acara menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sebagian besar peserta aktif bertanya, sehingga diskusi menjadi sangat efektif. Diharapkan dengan sosialisasi ini akan terjadi pemahaman perspektif gender dan bisa menghasilkan praktek kesetaraan dan keadilan gender didalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulilah saya mengucapkan terimakasih kepada ketua Pertuni Sumut, Syaiful yang telah memberikan kesempatan untuk kerja sama dengan pihak USU untuk memberikan sosialisasi, penyadaran dan internalisasi kesetaraan dan keadilan gender kepada para peserta dalam acara pengabdian masyarakat ini,” kata Dr. Harmona Daulay, M.Si. (m19)

  • Bagikan