Waspada
Waspada » Dosen FBS Unimed  Dorong  Pelaku Wisata Mahir Bahasa Inggris
Medan

Dosen FBS Unimed  Dorong  Pelaku Wisata Mahir Bahasa Inggris

Tim PKM Dosen FBS Unimed bersama para penjual dan pengelola Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar, Deliserdang. Waspada/ist
Tim PKM Dosen FBS Unimed bersama para penjual dan pengelola Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar, Deliserdang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed), menggelar pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Kegiatan itu berlangsung, Sabtu 17 Juli 2021 di Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang. PKM diisi pelatihan bahasa Inggris bagi  para pelaku usaha di daerah wisata.

“PKM dilaksanakan oleh dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS Unimed,” kata  Ketua Tim PKM  Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed didampingi anggota Prof. Dr. Sumarsih, M.Pd. dan Syamsul Bahri, S.S., M.Hum.

Dia mengatakan, kegiatan ini melibatkan lima  mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS Unimed yaitu Asrita Sari, Muhammad  Fiqri Romadon, Vannessa Nurul Izza Nasution, Raihana Sakdiyah, dan Wahyu Ella Anggraini.

“PKM ini didanai oleh LPPM Unimed,” kata Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. Dia menjelaskan,  kegiatan tersebut terdiri dari pelatihan untuk setiap pelaku wisata di berbagai divisi seperti bagian penjualan tiket, penjualan, dan pengelola Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Desa Pematang Johar.

“Metode pelatihan yang digunakan adalah mixed method, “ ujarnya. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pematang Johar Bapak Sudarman, S.Pd. serta BPD Desa Pematang Johar,   Buhairi Muslim . Kegiatan ini juga diikuti  30 peserta  yang merupakan penjaga tiket, pelayan, penjual makanan dan minuman  serta pengelola tempat wisata.

Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed mengatakan,  kegiatan pengabdian ini berlangsung selama tiga bulan yakni hingga November. “Produk pengabdian  ini menghasilkan buku Bahasa Inggris yang berjudul English for Sawah Tourism,” katanya.(m19)
 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2