Dosen Faperta UMSU Edukasi Warga Manfaatkan Kotoran Sapi Dan Keong Mas

Dosen Faperta UMSU Edukasi Warga Manfaatkan Kotoran Sapi Dan Keong Mas

  • Bagikan
Tim PKM Dosen Faperta UMSU bersama mahasiswa dan masyarakat dari Kelompok Tani Ula Sikat Desa Namomirik, saat pelaksanaan PKM. Waspada/ist
Tim PKM Dosen Faperta UMSU bersama mahasiswa dan masyarakat dari Kelompok Tani Ula Sikat Desa Namomirik, saat pelaksanaan PKM. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Fakultas Pertanian (Faperta( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melakukan pangabdian kepada masyarakat (PKM).

PKM yang digelar di Desa Namomirik, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang ini berlangsung 19 Juni hingga 9 Juli 2021.

Kegiatan PKM ini merupakan salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di UMSU dan dilaksanakan dosen Fakultas Pertanian terdiri dari Sri Utami, S.P.,M.P, sebagai Ketua Tim bersama beberapa dosen lainnya, yakni Khairunnisa Rangkuti, S.P., M.Si, Ir. Wizni Fadhillah, M.Agr serta beberapa mahasiswa yakni M. Nur Arif dan Ismi Nur Ulina.

Ketua Tim PKM Faperta Sri Utami, S.P.,M.P mengatakan, PKM kali ini mengusung judul: ‘Pemanfaatan POC Kotoran Sapi dan Keong Mas, untuk Meningkatkan Produksi Padi pada Kelompok Tani Ula Sikat’.

Dikatakan Sri Utami, kegiatan masyarakat tani di Desa Namomirik adalah budidaya tanaman padi yang sering mengalami masalah gangguan hama keong mas pada fase pertumbuhan awal padi di sawah.

Keong mas merusak bagian pangkal batang tanaman yang baru pindah tanam dan menghancurkan tanaman saat tanaman muda hingga 40 persen.

Selain pembasmian, alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi populasi keong mas adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) karena di dalam daging dan cangkang keong mas mengandung unsur hara makro yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman.

Selain berbudidaya tanaman, petani di Desa Namo Mirik juga banyak memiliki pemeliharaan hewan ternak.

“Kotoran yang berasal dari hewan ternak sering menimbulkan masalah jika tidak ditangani secara baik, karena akan banyak limbah yang tertimbun di sekitar kandang,” ujarnya.

Diproses

Sebab itu, untuk mengatasinya kotoran ternak tersebut harus diproses menjadi bentuk lain yaitu salah satunya pupuk organik padat ataupun cair.

Dengan demikian, diharapkan dari pembuatan pupuk organik cair kotoran sapi dan keong mas akan mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani.

Di tempat terpisah, Ketua Kelompok Tani Ula Sikat Desa Namomirik, Hemat Sitepu mengucapkan terima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Pertanian UMSU ini.

Diakuinya, selama ini keong mas tidak bermanfaat bahkan menjadi hama utama tanaman padi.

Dengan adanya kegiatan pengabdian dosen Faperta UMSU pihaknya kini mendapat informasi dan pengetahuan untuk proses pembuatan pupuk organik cair.

“Ini telah menambah ilmu bagi kelompok tani kami, dan akan menjadi bermanfaat untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Terima kasih kami pada para Dosen dari Fakultas Pertanian UMSU atas ilmu yang disampaikan dan akan kami terapkan pada tanaman padi kami di lapangan,” ujarnya. (m19)

 

 

 

 

 

  • Bagikan