Disaksikan Gubsu Edy, Dato’ Syamsul Lantik Zahir Sebagai Ketua MABMI Sumut

Disaksikan Gubsu Edy, Dato’ Syamsul Lantik Zahir Sebagai Ketua MABMI Sumut

  • Bagikan
Ketum PB MABMI Dato’ Seri Syamsul Arifin disaksikan Gubsu ke-17 Tengku Erry Nuradi dan Bupati Batu Bara Zahir menyerahkan balai adat Melayu kepada Gubsu Edy Rahmayadi saat pelantikan pengurus PW MABMI Sumut di aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubsu di Medan, Kamis (11/3). Waspada/Andy Aditya
Ketum PB MABMI Dato’ Seri Syamsul Arifin disaksikan Gubsu ke-17 Tengku Erry Nuradi dan Bupati Batu Bara Zahir menyerahkan balai adat Melayu kepada Gubsu Edy Rahmayadi saat pelantikan pengurus PW MABMI Sumut di aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubsu di Medan, Kamis (11/3). Waspada/Andy Aditya

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menghadiri dan menyaksikan Ketua Umum PB MABMI Dato’ Seri H Syamsul Arifin melantik Bupati Batu Bara Zahir sebagai Ketua PW MABMI Sumut.

 
Pelantikan Pengurus Wilayah Majelis Adat Budaya Melayu (MABMI) Sumatera Utara periode 2021-2025 tersebut berlangsung di aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubsu di Jl. Jend Sudirman Medan, Kamis (11/3).
 
Hadir disitu Gubsu ke-17, Tengku Erry Nuradi, anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husein, Pemangku Kesultanan Deli Tengku Hamdy Osman Deli Khan Alhaj bergelar Tengku Raja Muda Deli, mantan Wali Kota Medan Abdillah, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Nasution, Ketua BKPRMI Pusat Said Aldi Al Idrus, Datuk Adil Freddy Haberham, Syarifuddin Siba, tokoh-tokoh Melayu Sumut lainnya, mewakili Pangdam I/BB, mewakili Kapoldasu, sejumlah tokoh etnis lainnya yang ada di Sumut, ormas-ormas Melayu dan undangan. 
 
Dalam kesempatan itu, Gubsu Edy mengajak etnis Melayu untuk bersatu padu. ‘’Ini lah saatnya Melayu itu bersatu padu, jangan mau dipecah-belah lagi,’’ ucapnya.
 
Edy juga menceritakan dan prihatin kondisi Revolusi Sosial di tanah Melayu, Sumatera Utara (Sumatera Timur) 1946 yang banyak menelan korban harta benda dan nyawa. 
 
Dulu, kata Edy, di masa Revolusi Sosial, ‘Panglima Talam’ sangat berperan memecah belah Melayu. Saat ini pun, katanya, banyak ‘Panglima Talam’, makanya Melayu itu sulit bersatu.
 
‘’Revolusi sosial terjadi karena Melayu pecah, mudah diadu domba, yak arena ‘Panglima Talam’,’’ ucap Edy seraya menunjukkan flyer film kekejaman Revolusi Sosial 1946 dimana banyak sultan, bangsawan Melayu dibunuh oleh sesama dan istananya dibakar.
 
‘’Mari bersama jaga dan rawat marwah Melayu. Saya berharap MABMI menjadi ujung tombak dalam membahas, mengkaji dan menggali nilai-nilai budaya Melayu, itu untuk anak cucu kita,’’ tandasnya.

 

9 Pokok Warisan

Di hadapan pengurus MABMI dan tokoh Melayu yang hadir, Gubsu Edy bersama wakilnya Musa Rajeck Shah dalam kesempatan itu juga menitipkan 9 Pokok Warisan sebagai pemimpin Sumatera Utara kepada penggantinya kelak.
 
Ke-9 Pokok Warisan harus dijaga dan dilanjutkan pembangunannya itu yakni, pertama, warisan sejarah Kota Medan dan Sumatera Utara seperti pengembalian fungsi Lapangan Merdeka dan penataan berbagai bangunan dan aset bersejarah di Kota Medan.
 
Kedua, warisan sarana dan pra sarana olah raga berstandar internasional, ketiga warisan reindustrialisasi Indonesia di Kabupaten Batu Bara, keempat warisan infrastruktur, kelima warisan lapangan kerja penuh, keenam warisan integrasi ilmu yang implementif, ketujuh warisan budaya, kedelapan warisan tata ruang dan kesembilan warisan umat yakni Masjid Agung Jl. Diponegero Medan terbangun rampung.
 

Susunan Lengkap

Sebelumnya, Ketum PB MABMI Dato’ Seri H Syamsul Arifin, SE menyebutkan MABMI sendiri sebenarnya sudah berusia 60 tahun, namun baru kali ini susunan lengkap pengurus ada di daerah ini dengan ketuanya Zahir yang dikukuhkan di hari istimewa ini pula.
 
Dato’ Syamsul mengajak MABMI menjadi panutan bagi ormas-ormas Melayu lainnya maupun ormas etnis lain, menjadi tauladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. 
 
Syamsul berharap ke depannya tidak ada lagi saling jelek-menjelekkan sesama puak Melayu. ‘’Hilangkan rasa iri, dengki dan fitnah. Mari bersama majukan Sumut,’’ tandasnya.
 
Syamsul juga bangga kepada Gubsu Edy karena sebagai putera Melayu Langkat, Edy sangat peduli.
Beberapa jabatan strategis dilingkungan Pemprov Sumut dijabat putra-putri terbaik Melayu.
Selain itu, penghargaan kepada para pendahalu patut dipuji, contohnya penabalan nama aula ini dinamai Aula Tengku Rizal Nurdin yang merupakan Gubsu ke-13.
 
‘’Kami mengapresiasi nama Alm Tengku Rizal Nurdin diabadikan di aula rumah dinas Gubsu di Jalan Jend Sudirman Medan ini. Perhatian Pak Edy cukup besar,’’ ucap Syamsul.
 
Ke depan, Syamsul berharap pengurus MABMI Sumut mampu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk lebih memajukan budaya Melayu.
‘’Kami juga mengajak etnis lokal yang hadir dalam kesempatan ini seperti etnis Jawa, Batak dan lainnya, maupun etnis mancanegera bersatu majukan Sumut,’’ ajak Syamsul.
 

Berbahagia

Sementara Zahir, ketua PW MABMI Sumut yang baru dilantik menyebutkan, sangat berbahagia dan senang dikarenakan pelantikannya dihadiri Gubsu dan dua mantan Gubsu.
 
‘’Target kepengurusan kami ke depan merangkul semua puak Melayu agar tidak pecah. Melayu diseluruh penjuru dan pelosok Sumut harus bersatu, karena nilai budaya Melayu saat ini sudah terkikis dan bergeser, ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk membenahinya,’’ ucap Zahir.
 
Pengurus PW MABMI Sumut periode 2021-2025 yang dilantik hari itu berjumlah 93 orang dengan susunan yang lengkap.
Sebagai sekretaris PW MABMI Sumut dijabat politisi PPP Medan, Aja Syahri dan bendahara dijabat  Siti Andira Ramayana yang tak lain merupakan putri kandung Gubsu Edy Rahmayadi.(m29)
  • Bagikan